Foto Gagang Telepon Tergantung yang Diposting Jokowi Jadi Sorotan, Terungkap Makna Sebenarnya

Jokowi mengunggah sebuah foto telepon dalam keadaan tergantung dengan tulisan 'sabar! sebentar lagi..'.

Foto Gagang Telepon Tergantung yang Diposting Jokowi Jadi Sorotan, Terungkap Makna Sebenarnya
Tangkapan Layar YouTube
Presiden Jokowi menggelar jumpa pers seusai bertemu dengan puluhan tokoh nasional di Istana Merdeka, jakarta, Kamis (9/26/2019). Demo Mahasiswa Berhasil Goyang Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu KPK, Sempat 2 Kali Menolak. 

Sikap Politik Prabowo

Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar menjelaskan bahwa dalam acara tertutup tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan tiga poin sikap politiknya.

Acara itu sendiri, kata Dahnil Anzar dihadiri sekitar 4.000 kader Partai Gerindra.

Poin pertama, lanjut Dahnil, Prabowo Subianto sudah menyerahkan konsepsi besar ekonomi, ketahanan pangan, energi dan keamanan.

Kemudian poin kedua, Prabowo mempersilahkan kepada Presiden Joko Widodo jika konsepsi itu akan digunakan untuk kepentingan bangsa.

"Kedua, bila ingin digunakan Pak Jokowi untuk pemerintah 5 tahun ke depan, Gerindra mempersilahkan. Tapi jika tidak, kita tetap akan bekerja sama untuk kepentingan NKRI," kata Dahnil Anzar.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selfie dengan wartawan seusai keduanya bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/9/2019). (DOKUMENTASI WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN )
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selfie dengan wartawan seusai keduanya bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/9/2019). (DOKUMENTASI WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN ) (DOKUMENTASI WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN)

Lalu pada poin ketiga, Prabowo Subianto memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan serta berkomunikasi, bermusyawarah demi kepentingan berbangsa dan bernegara.

Prabowo kata Dahnil Anzar memahami betul pentingnya komunikasi pasca Pilpres 2019 demi kerukunan berbangsa dan bernegara.

"Itu tiga sikap politik beliau ( Prabowo Subianto). Alasannya membantu bangsa dan negara. Pak Prabowo Ingin membantu saja, kalau diterima ya silahkan, tergantung Pak Jokowi. Yang jelas Pak Prabowo memastikan bahwa dirinya tak berhenti ingin berkontribusi demi negara," ungkap Dahnil Anzar.

Prabowo Menhan

Sebelumnya Direktur Poltracking Indonesia Hatta Yuda mengungkap beberapa kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto gabung ke Kabinet Jokowi-Maruf.

Beberapa posisi menteri yang diprediksi akan diduduki Prabowo Subianto menurut Hatta Yuda yakni mulai dari Menteri Pertahanan hingga Menteri ESDM.

Hal itu disampaikan oleh Hatta Yuda dalam dialog Sapa Indonesia Malam bersama Aiman Witjaksono.

Hadir pula dalam dialog tersebut Juru Bicara Prabowo Subianto yakni Dahnil Anzar hingga Politisi PKS Mardani Ali Sera.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV, Aiman Witjaksono menanyakan soal pernyataan Hatta Yuda bahwa Prabowo Subianto akan gabung ke pemerintahan Jokowi-Maruf.

Menurut Aiman Witjaksono, hal itu di luar nalarnya dan apakahn mungkin akan terjadi.

”Politik itu tidak ada yang tidak mungkin, pada 17 April setelah quick count saya memprediksi, ditanya pada saat itu yang mungkin gabung pemerintahan saya bilang salah satu Gerindra yang paling mungkin, orang bilang nggak mungkin, 17 April menyampaikannya,” kata Hatta Yuda di hadapan Dahnil Anzar.

Rupanya ketidak mungkinan yang disebutkan banyak orang itu semakin terbuka lebar.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon. (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

”Tetapi ternyata akan menjadi semakin mungkin, termasuk ketika Gwrindra mengatakan ada konsep-konsep, visi misi tentang ketahanan pangan ketahanan energi ketahanan keamanan,” jelasnya.

Hal itu menurutnya bisa diartikan sebagai kode dari Prabowo Subianto untuk Jokowi.

“Ya kira-kira kalau Menteri Pertahanan, Menteri Pertanian atau kepala Bulog, kemudian apa satu lagi Menteri ESDM, atau elemen yang tapi yang paling mungkin kalau kemungkinan itu dibuka, yang paling memungkinkan ke Menteri Pertahanan, bukan mustahil kalau kemudian Pak Prabowo menerima itu asalkan tentu pak Jokowi memang memberikan itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal itulah yang ia maksud sebagai peluang.

Pernyataan Hatta Yuda itu Kemudian ditanggapi oleh Dahnil Anzar yang menyebut kalau sampai saat ini Gerindra belum mengatakan gabung ke pemerintah.

”Saya tidak akan bertanya ke Dahnil Anzar karena pasti jawabannya tidak tahu ya, betul ya Bung?,” sindir Aiman Witjaksono.

“Yang kita sampai detik ini kita belum diskusi apakahn Pak Prabowo akan jadi menteri atau tidak, bahkan dalam posisi oposisi atau bukan juga belum ada,” kata Dahnil Anzar.

Kemudian Hatta Yuda menantang Dahnil Anzar apakah dirinya berani mengatakan Prabowo tidak mungkin jadi menteri.

Tak berani menyambut tantangan Hatta Yuda, menurut Dahnil Anzar, sampai saat ini Gerindra belum mengambil keputusan akan beroposisi atau ada di pemerintah.

“Yang jelas kita belum membuat keputusan, yang jelas itu posisi kita sampai dengan detik ini belum memutuskan akan beroposisi atau ada di dalam pemerintahan,” katanya.

Kemudian Aiman Witjaksono menegaskan kembali pertanyaan Hatta Yuda, apakah Dahnil Anzar tidak berani mengatakan tidak mungkin Pak Prabowo tidak jadi menteri.

Lagi-lagi Dahnil Anzar enggan mengatakan hal itu, dan malah menyebut kepentingan Prabowo Subianto untuk bangsa.

“Pak Prabowo ini patriot, patriot itu tentu yang dipikirkan beliau adalah kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

“Apapun itu? Termsuk ketika harus misalnya dari capres ke menteri gak masalah?,” tanya Aiman Witjaksono lagi.

“Saya nggak tahu kalau terkait dengan itu, yang jelas posisi Pak Prabowo ingin berkontribusi terhadap bangsa dan negara, beliau bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara,” jelasnya.

“Pak Wiranto juga pernah jadi capres kemudian jadi Menko,” kata Hatta Yuda.

“Jadi kalau seandainya jadi menteri, selevel Pak Wiranto lah?,” tanya Aiman Witjaksono yang kemudian disambut tawa oleh Hatta Yuda.(*)

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved