Jelang Pilkades, 15 Desa di Kabupaten Tangerang Rawan Ricuh Hingga Polisi Terjunkan 2.300 Personel

Pemilihan Kepala Desa 2019 di Kabupaten Tangerang sudah semakin dekat.

Jelang Pilkades, 15 Desa di Kabupaten Tangerang Rawan Ricuh Hingga Polisi Terjunkan 2.300 Personel
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Pemilihan Kepala Desa 2019 di Kabupaten Tangerang sudah semakin dekat.

Rencananya, pesta rakyat tersebut akan dilaksanakan pada 1 Desember 2019 serentak di 92 desa yang tersebar di Kabupaten Tangerang.

Namun, seperti sudah mendarah daging, pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Tangerang pasti diwarnai oleh kericuhan antar pendukung bakal calon (balon) Kepala Desa.

Wakapolresta Tangerang, AKBP Komarudin mengatakan, dari 92 desa yang mengikuti Pilkades, 15 diantaranya terdeteksi rawan ricuh.

"Saat ini potensi kerawanan terjadi di beberapa titik, khususnya di 15 desa yang tersebar di wilayah hukum kita. Karena di 15 desa itu jumlah Balon-nya lebih dari lima," jelas Komarudin melalui sambungan telefon, Jumat (18/10/2019).

Adanya pergerakan massa di beberapa desa yang menggugat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dan beberapa kantor kecamatan pun sudah mulai terdeteksi.

Komarudin menjelaskan, beberapa desa yang rawan kerusuhan saat dan menjelang Pilkades adalah Pasar Kemis, Mauk, Kresek, Teluknaga dan wilayah Utara Tangerang.

"Sebagian masuk wilayah Tangerang Utara, ada juga Teluknaga yang masuk wilayah hukum Metro dan ada sebagian wilayah kita yang mengajukan protes," ujar Komarudin.

Pelaku Rudapaksa Bocah Tetangga di Jakarta Timur Buron

Kedekatan Gading Marten & Juria Hartmans, Gisel Soroti Perlakuan Ayah Gempi: Dia Jarang Melakukannya

Mendekati hari Pilkades, jajaran Polresta Tangerang sudah memetakan dan mempersiapkan kekuatan untuk menjaga jalannya pelaksanaan pada awal Desember 2019.

Komarudin menegaskan, lebih dari 2.300 personel akan dikerahkan antisipasi kericuhan di Kabupaten Tangerang.

"Kita akan lipatgandakan kekuatan, setiap hari Kasat Intel memberikan laporan keadaan di lapangan. Tentu penggunaan kekuatan terbesar akan ada saat pencoblosan, tidak kurang dari 2.300 personel lebih yang akan kita terjunkan ke lapangan untuk mengamankan di 92 desa," tutup Komarudin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved