Kisah Abah Rahman, Penjual Koran yang Gigih Mencari Nafkah Meski Wajah Dalam Kondisi Diplester

Kondisi abah yang seperti ini sering kali membuatnya mendapatkan larangan bekerja dari anak-anaknya.

Kisah Abah Rahman, Penjual Koran yang Gigih Mencari Nafkah Meski Wajah Dalam Kondisi Diplester
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Abdul Rahman atau Abah Rahman (kanan), penjual koran dengan wajah dibalut plester di SPBU kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Kisah Abdul Rahman sempat viral di media sosial dan diposting oleh beberapa akun Instagram.

Pria kelahiran 25 Desember 1941 ini biasa berjualan koran di area SPBU di kawasan Menteng Dalam dekat Kota Kasablanka (Kokas), Tebet, Jakarta Selatan.

Kisahnya viral lantaran di usianya yang menjelang 78 tahun, ia masih gagah dan tetap menjajakan koran di area SPBU tersebut.

Ketika melihat tubuh dan langkahnya saat menjajakan koran, memang nampak biasa.

Namun, ketika didekati kita akan melihat wajah lelaki yang biasa disapa Abah Rahman ini diplester mulai dari hidung hingga kebagian kedua pipinya.

Dengan suara yang kurang jelas, Abah tetap coba menceritakan awal mula wajahnya yang harus diberikan kain kasa dan plaster.

"Ini bukan dari lahir. Ini baru terjadi pada tahun 1985. Waktu itu badan saya panas. Kemudian dibilang kanker pada bagian hidung. Selanjutnya dioperasi sebanyak 3 kali akhirnya seperti ini. Plester sama kasanya saya ganti tiap pagi dan sore," kata Abah di lokasi, Jumat (18/10/2019).

Kondisi abah yang seperti ini sering kali membuatnya mendapatkan larangan bekerja dari anak-anaknya.

Namun dengan penuh keyakinan ia menjelaskan akan terus bekerja dan tak mau merepotkan anak-anaknya.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved