Kasus Korupsi

KPK Jerat 5 Orang Jadi Tersangka di Lapas Sukamiskin, Inspektorat Kemenkumham Audit Internal

Inspektur Jenderal Kemenkumham RI, Jhoni Ginting mengatakan, pihaknya akan segera bertindak menangani masalah yang saat ini terjadi.

KPK Jerat 5 Orang Jadi Tersangka di Lapas Sukamiskin, Inspektorat Kemenkumham Audit Internal
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Suasana di depan Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap di Lapas Sukamiskin.

Dua diantaranya adalah Mantan Kalapas Sukamiskin.

Menanggapi hal tersebut, Inspektorat Kementerian Hukum dan HAM akan segera melakukan audit internal.

Inspektur Jenderal Kemenkumham RI, Jhoni Ginting mengatakan, pihaknya akan segera bertindak menangani masalah yang saat ini terjadi.

"Senin besok saya akan cek kebenaran ini terlebih dahulu," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (17/10/2019).

Terkait Deddy Handoko yang disebut sebagai tersangka baru oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ginting mengaku akan mengambil tindakan.

Deddy saat ini masih menjabat sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kepulauan Riau. "Kalau benar sudah menjadi tersangka, sesuai aturan diberhentikan sementara," tegasnya.

Ginting menambahkan, bila memang memungkinkan, nantinya audit internal juga akan dilakukan. Hal ini mengetahui siapa saja yang terlibat dalam aksi suap yang dibongkar KPK selama ini.

"Senin saya cek SPDP nya apa sudah diterima kesekjenan atau belum. Karena untuk urusan mutasi ada disana," ungkapnya.

Inspektorat Kemenkuham juga akan mengusut dugaan suap tas mewah yang sebelumnya diberikan Wahid kepada Dirjen Pemasyarakatan.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved