Pelaku Pencabulan Empat Bocah di Jakarta Timur yang Buron Ternyata Juga Aniaya Korbannya

NN (33), ibu dari TA dan M yang merupakan kakak beradik membenarkan bila luka fisik pada tubuh MI merupakan yang paling parah

Pelaku Pencabulan Empat Bocah di Jakarta Timur yang Buron Ternyata Juga Aniaya Korbannya
megapolitan.kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Selain diduga mencabuli empat anak perempuan yang masih tetangganya, pelaku berinisial DA (42) yang kini buron juga menganiaya para korbannya.

ST (26), ibu dari KA (8) yang merupakan satu korban DA mengatakan pelaku mengikat kedua tangan, menyumpal mulut, dan menggigit bagian dada para korbannya.

"Tangan anak saya diikat, mulutnya dilakban biar enggak teriak, sama bagian dadanya digigit sampai luka. Anak saya bilang yang temannya yang lain disiksa juga," kata ST di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (18/10/2019).

Dari keempat korban yakni KA, TA (9), M (7), dan MI, tindak kekerasan fisik paling parah dialami MI yang bagian organ vital serta anusnya dilukai menggunakan batang kayu.

Meski tak mengetahui pasti bagaimana kondisi MI kesehatan sekarang, ST akibat ulah DA menuturkan MI masih terbaring lemah di rumahnya.

"Dia sekarang sakit, memang lukanya paling parah di antara yang lain. Semua korban sudah divisum di RS Polri Kramat Jati hasilnya memang jadi korban pencabulan dan kekerasan," ujarnya.

Pelaku Tawuran Pelajar dan Perusakan Sekolah di Depok Menangis Histeris saat Dijemput Keluarga

Menaker Tetapkan UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Pemprov DKI Belum Memutuskan

NN (33), ibu dari TA dan M yang merupakan kakak beradik membenarkan bila luka fisik pada tubuh MI merupakan yang paling parah.

Meski kedua anaknya mengaku hanya satu kali dicabuli DA, luka fisik dan psikis yang diderita hingga kini masih berdampak pada TA dan M.

"Kalau TA lebih parah, dadanya merah, bengkak juga. Tapi memang lebih parah MI, karena ditusuk menggunakan batang kayu. Sekarang anaknya masih sakit," tutur NA.

Terpisah, Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan tindak penganiayaan yang dilakukan DA memiliki konsekuensi hukum terpisah.

Menurutnya penyidik Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur tak hanya wajib menjerat pelaku menggunakan UU Perlindungan Anak, tapi juga KUHP.

"Polisi bisa menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni tindak pidana kekerasan fisik dan kekerasan seksual," jelas Sirait.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved