Cerita Perawatan Cikalang Christmas Tersangkut Kail Pancing, Lambung Tertusuk Hingga Tak Mau Makan

Teluk Jakarta, Tangerang menjadi salah satu lokasi satwa mencari makan. Satu diantaranya Cikalang Christmas Fregata Andrewsi

Cerita Perawatan Cikalang Christmas Tersangkut Kail Pancing, Lambung Tertusuk Hingga Tak Mau Makan
Istimewa/BKSDA Jakarta
Cikalang Christmas 

Pada 19 September 2019 lalu, satu individu muda Cikalang Christmas tersangkut dua kail pancing.

Satu tersangkut di dalam paruh dan satu tertelan di dalam perut cikalang.

Sehingga membutuhkan penanganan berupa roentgen dan operasi untuk pengambilan kail ikan di dalam perut.

Suasana serah terima Burung Cikalang Christmas dengan BKSDA Jakarta di Pulau Rambut
Suasana serah terima Burung Cikalang Christmas dengan BKSDA Jakarta di Pulau Rambut (Dok Foto Taman Burung TMII)

Piter Kombo, dokter hewan di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah yang merawat Cikalang Christmas mengatakan bahwa kail ikan yang ada di dalam perut menusuk organ lambung disertai tali pancing dengan panjang 50 cm dimana tentunya menyebakan infeksi sistemik dan memerlukan penanganan segera karena saat burung datang, kondisi sudah sangat lemah.

“Selama 20 hari, cikalang berada di dalam pengawasan kami di area rehabilitasi. Pasca-operasi kondisi cikalang tidak mau makan sehingga dilakukan force feeding. Namun, pada hari ke delapan sudah mulai bisa makan dan semakin lahap setelah beberapa hari, saat kondisinya berangsur pulih,” jelas Kombo.

Kombo menambahkan, membaiknya kondisi Cikalang Christmas disarankan untuk perawatan ke dalam kandang habituasi yang dibuat di Suaka Margasatwa Pulau Rambut dekat dengan Teluk Jakarta tempat jenis ini mencari makan.

Pemantauan perlu tetap dilakukan selama masa habituasi sambil tetap diberi makan berupa ikan kecil.

Sebelum dilepas kembali di alam, burung Cikalang Christmas diberikan cincin di bagian kaki kiri untuk membantu monitoring oleh pengamat burung atau staf BKSDA Jakarta.

Menurut koordinator Indonesia Bird Banding Scheme Dewi M Prawiradilaga bahwa penandaan yang berupa cincin alumunium dengan nomor cincin LIPI 16911 – INDONESIA- 18Y000511 aman untuk cikalang.

“Pengamat burung atau staf BKSDA yang sedang melakukan pemantauan burung di Teluk Jakarta, juga bisa memantau keadaan cikalang yang baru dilepas. Penting untuk tetap memantau keberadaan burung pasca dilepasliarkan ke alam,” jelas Dewi.

Wali Kota Jakarta Selatan: Mudah-mudahan Hujan Tahun Ini Tidak Jadi Musibah

Cerita Pengemudi Avanza Nyaris Tertimpa Kontainer yang Terguling di Flyover Kranji Bekasi

Dapat Catatan Khusus, Bali United dan Madura United Ajukan Banding Perihal Lisensi Klub AFC

Heri, Anak Sulung Pasutri yang Tewas Digigit Ular: Tak Mau Adik-adik Putus Sekolah Seperti Saya

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved