Cerita Perawatan Cikalang Christmas Tersangkut Kail Pancing, Lambung Tertusuk Hingga Tak Mau Makan

Teluk Jakarta, Tangerang menjadi salah satu lokasi satwa mencari makan. Satu diantaranya Cikalang Christmas Fregata Andrewsi

Cerita Perawatan Cikalang Christmas Tersangkut Kail Pancing, Lambung Tertusuk Hingga Tak Mau Makan
Istimewa/BKSDA Jakarta
Cikalang Christmas 

Dewi menjelaskan bahwa pemberian tanda yang hanya berupa cincin, tidak dengan menggunakan penandaan lain seperti wing marker untuk mengurangi resiko burung stres.

“Karena burung mengalami proses operasi pada tubuh, jadi kita harus meminimalisir burung menjadi stres agar tidak berakibat kepada kematian, namun tetap bisa terpantau pasca pelepasliaran,” terang Dewi.

Pada tanggal 13 Oktober 2019 lalu, individu muda cikalang christmas telah berhasil terbang ke alam.

Beberapa hari pasca di dalam kandang habituasi, staf BKSDA Jakarta membantu agar cikalang bisa terbang.

Munawir menjelaskan bahwa ini adalah kali pertama pelepasliaran burung laut.

Penanganan sangat berbeda dibandingkan jenis burung lain yang bisa langsung dilepas.

“Cikalang harus butuh angin yang cukup untuk membantu saat dia terbang, karena tubuh dan ukuran sayap yang besar. Semoga cikalang bisa kembali bersama dengan kelompoknya dan dapat mencari ikan kembali. Kami akan tetap memantau keberadaannya,” jelas Munawir. (*)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved