Pelantikan Jokowi dan Maruf

Ribuan Porsi Nasi Goreng Gratis saat Pelantikan Presiden Disediakan oleh Relawan

Alasan relawan Jokowi memilih pedagang nasi goreng, karena dinilai simpel untuk melayani masyarakat

Ribuan Porsi Nasi Goreng Gratis saat Pelantikan Presiden Disediakan oleh Relawan
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Sebanyak 160 pedagang nasi goreng diminta berjualan di dekat Istana Negara menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI hari ini atau Minggu (20/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 160 gerobak pedagang nasi goreng siap ramaikan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, pukul 11.16 WIB, Minggu (20/10/2019).

Jumlah 160 pedagang nasi goreng ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 150.

Para pedagang nasi goreng ini sengaja disediakan oleh relawan Joko Widodo (Jokowi).

Koordinator Konsumsi dari relawan Jokowi, Sofia, menyebut para pedagang nasi goreng ini akan membagikan makanan gratis.

"Total sekarang ada 160 pedagang nasi goreng. Bertambah 10 pedagang ya karena sebelumnya dari 130, terus jadi 150, dan sekarang 160, sudah pasti tak kurang-lebih," ujar Sofia, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019).

Masing-masing pedagang telah menyiapkan 200 porsi nasi goreng.

Artinya, dari 160 pedagang nasi goreng ini telah tersedia sekira 32.000 porsi.

Satu porsi dihargai Rp 14 ribu. Total keseluruhan jika dihitung yakni senilai Rp 448 juta telah digelontorkan untuk 160 pedagang.

Jelang Pelantikan Presiden, Proses Sterilisasi Dilaksanakan di Seberang Istana Negara

Prabowo Subianto Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Maruf

Kata Sofia, kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Pelaksana Syukuran Inagurasi Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024, Andi Gani Nena Wea.

"Ini merupakan syukuran yang diadakan oleh ketua acara, Andi Gani Nena Wea," ujarnya.

Dia melanjutkan, dana yang menyentuh ratusan juta tersebut dari kantong relawan Jokowi.

"Iya dari relawan, tidak ada dari pemerintah. Ini nasi goreng untuk masyarakat umum. Tapi kalau sudah makan, nanti dikasih stempel (tanda udah makan) dan tak boleh ambil lagi," ucapnya.

Alasan relawan Jokowi memilih pedagang nasi goreng, karena dinilai simpel untuk melayani masyarakat.

"Simpel saja, pertama kenyang. Tadinya ingin bakso dan ketoprak, cuma kan lama. Misalnya, dibikin. Nasi goreng ini masih mending lah," ujarnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved