Cabuli 7 Bocah, Oknum Guru Ngaji di Jatinegara Berdalih Khilaf

Merujuk hasil pemeriksaan sementara terhadap AI, tersangka kerap memberi uang kepada para korban usai melakukan pencabulan di rumahnya

Cabuli 7 Bocah, Oknum Guru Ngaji di Jatinegara Berdalih Khilaf
alghad
Ilustrasi Pelecehan Anak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Oknum guru mengaji di Kecamatan Jatinegara berinisial FS alias AI (51) akhirnya mengaku telah mencabuli sejumlah anak perempuan yang masih tetangganya.

Meski saat diamankan warga pada Jumat (18/10/2019) membantah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan AI telah mengakui perbuatannya.

"Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya, sekarang statusnya sudah tersangka. Dia mengaku mencabuli korbannya karena khilaf," kata Hery di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (21/10/2019).

Merujuk hasil pemeriksaan sementara terhadap AI, tersangka kerap memberi uang kepada para korban usai melakukan pencabulan di rumahnya.

Namun penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur belum tahu pasti berapa anak yang jadi korban.

"Kita masih menunggu hasil visum dari para korban di RS Polri Kramat Jati. Tersangka sendiri masih pemeriksaan, tapi dia sudah mengakui perbuatannya," ujarnya.

Kerja Bareng Anak Presiden, Ini Kata Chef Arnold Soal Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep

Pengacara Jefri Nichol Nilai Tuntutan Jaksa Tidak 100 Persen Berdasarkan Fakta Persidangan

Perihal dalih yang disampaikan AI ke warga bahwa dia tak melakukan pencabulan karena mengidap diabetes dan ukuran alat vitalnya kecil.

Hery menuturkan penyidik akan memastikan kebenaran AI mengidap penyakit yang dikenal membuat pria disfungsi ereksi itu.

"Terlepas dari penyakitnya benar atau tidak pelaku mengaku. Kalau pun dia diabetes bukan berarti dia enggak bisa mencabuli korban. Dia bisa menggunakan tangan atau barang lainnya," tuturnya.

Sebelumnya, Pelayanan Masyarakat RW tempat korban tinggal Bambang Purwanto (55) mengatakan ada tujuh anak yang kompak menyebut jadi korban AI.

Tiga dari tujuh korban yang tercatat sebagai murid kelas 5 SD bahkan menyebut AI sempat melakukan penetrasi melakukan alat vitalnya.

"Tiga korban lain yang usianya lebih tua bilangnya malah pelaku sampai penetrasi alat vitalnya ke alat vital korban. Malah mereka bilang pelaku sampai kencing," kata Bambang, Sabtu (21/10/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved