Pemkot Tangsel Setuju Wacana Jokowi Pangkas Eselon ASN, Rencanakan Perbanyak Tenaga Fungsional

Pemkot Tangerang Selatan menanggapi serius wacana Presiden Joko Widodo tentang pemangkasan eselon aparatur sipil negara (ASN).

Pemkot Tangsel Setuju Wacana Jokowi Pangkas Eselon ASN, Rencanakan Perbanyak Tenaga Fungsional
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Gedung DPRD Tangsel, Setu, Senin (8/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Pemkot Tangerang Selatan menanggapi serius wacana Presiden Joko Widodo tentang pemangkasan eselon aparatur sipil negara (ASN).

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, sangat setuju soal kebijakan itu yang menurutnya menunjang reformasi birokrasi.

"Saya sepakat memang birokrasi sekarang harus lebih efisien. Reformasi birokrasi itu harus berlanjut. Kalau kemarin banyak menggunakan sistem kalau sekarang saya setuju dengan Pak Jokowi, yang pertama adalah eselonnya dipangkas, diperbanyak tenaga profesional," ujar Benyamin selepas menghadiri kegiatan Pembukaan Pokjanal DBD tingkat kecamatan Setu, di Graha Widya Bakti, Puspiptek, Setu, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, selain memperbanyak tenaga profesional, mekanisme kepegawaian yang disederhanakan juga harus berorientasi kepada dampak (outcome) bukan hanya kepada hasil (output).

"Mekanisme diperpendek, mekanisme itu bukan berorientasi kepada output tapi kepada outcome, orientasinya kepada deliver message, pesannya itu sampe kepada masyarakat," ujarnya.

Ben, panggilan karib orang nomor dua di Tangsel itu bahkan mengaku sudah memerintahkan bawahannya untuk ancang-ancang memperbanyak tenaga fungsional.

"Saya sudah mengajak kepada Kabag Organisasi, coba diancang-ancang dari sekarang, memperbanyak tenaga fungsional itu," jelasnya.

Ben mengeluhkan soal kurangnya tenaga profesional yang berdampak pada kesulitan mencari sosok untuk menjabat posisi Kepala Dinas Kesehatan.

Posisi tersebut memiliki banyak persyaratan, selain tingkatan eselon, juga harus profesional di bidang kedokteran.

Seperti diketahui, per Senin (2/9/2019), Dinas Kesehatan Tangsel dipimpin Deden Deni sebagai pelaksana tugas, yang juga merangkap sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Benyamin mengaku kesulitan mencari sosok Kepala Dinas Kesehatan yang sesuai kualifikasi.

"Buktinya itu kan Kepala Dinas Kesehatan harus eselon 2B latar belakang kesehatan, harus ada pengalaman ini pengalaman ini, susah saya nyari orangnya. Profesional saja, misalnya eselon 2B selesaikan hilangkan, yang penting yang jadi Kepala Dinas Kesehatan adalah orang-orang yang benar profesional di bidang itu," ujarnya.

Dipercaya Presiden Jokowi di Bidang Pertahanan, Prabowo Subianto: Saya Akan Bekerja Sekeras Mungkin

Belum Diperkenalkan, Apakah Ini Penampakan Snapdragon 865?

Ditemui di lokasi yang sama, Deden Deni tersenyum saat ditanya soal rangkap jabatan itu.

"Ya gimana lagi, sesuai perintah atasan saja," singkatnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved