Berawal dari Bisnis Sewa Apartemen di Depok, Pria Ini Jadi Mucikari: Mereka Meminta Dicarikan Tamu

Berawal dari menyewakan apartemen, pria ini kemudian menjadi mucikari bagi panyewa apartemennya di Beji Depok.

Berawal dari Bisnis Sewa Apartemen di Depok, Pria Ini Jadi Mucikari: Mereka Meminta Dicarikan Tamu
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Pelaku MR (kedua dari kiri) ketika diamankan di Mapolresta Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Selesai sudah aksi MR (20) menjajakan wanita pada pria hidung belang, dirinya berhasil diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Beji berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar.

Dalam berita sebelumnya disebutkan, MR diamankan di dalam kamar sebuah Apartemen di kawasan Margonda, Beji Kota Depok.

Modus MR, adalah dengan membuat akun twitter mengatasnamakan korbannya dan menawarkan diri pada para pelanggannya melalui sosial media.

Kepada wartawan, MR mengaku baru sebulan belakangan ini dirinya menjalani bisnis haram tersebut.

PT Transportasi Jakarta Memberi Sertifikasi Lulus Uji Kepada 900 Pengemudi

Awalnya, MR hanya menyawakan kamar milik bosnya kepada para wanita kupu-kupu malam tersebut.

Namun seiring berjalan waktunya, para wanita kupu-kupu malam tersebut pun meminta dicarikan pelanggan kepada MR.

“Awalnya saya kan nyewain kamar di Apartemen itu. Terus mereka suka nyewa kamar sama saya sekalian minta cariin pelanggan,” ujar MR menggunakan penutup wajah di Mapolresta Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (22/10/2019).

MR juga mengatakan, dirinya menjajakan para wanita kupu-kupu malam tersebut dengan kisaran harga Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu untuk durasi satu jam atau yang ia sebut “short time”.

Dari satu pelanggan, MR memperoleh keuntungan Rp 150 ribu.

“Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, satu pelanggan saya dapat Rp 150 ribu,” ujar MR mengakui perbuatannya.

Jadi Menteri, Ini Profil Nadiem Makarim dari Karyawan hingga Pendiri Gojek Bernilai Triliunan

MR menuturkan, hampir semua wanita yang ia jajakan terdesak kebutuhan ekonomi dan berstatus sebagai janda satu anak (single parent).

“Karena kasian juga, mereka kan rata-rata janda anak satu buat kebutuhan ekonomi dia, bantu-bantu dia juga,” bebernya.

Terakhir, MR mengatakan pelanggannya pun terdiri dari pria berbagai usai dan kalangan.

“Pelanggannya ada orang tua, pegawai kantoran, hingga mahasiswa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved