Kabinet Jokowi Maruf Amin

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Gerindra DKI: Masa Mau Gebuk Terus

"Ya enggak apa-apa demi kepentingan bangsa. Semua ukurannya kepentingan bangsa, masa mau gebuk (pemerintah Jokowi) terus," ucapnya

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik, Senin (20/8/2018) di Bawaslu DKI. TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai, manuver yang dilakukan partainya masuk ke dalam koaliasi pemerintah merupakan hal yang biasanya.

Terlebih, ia menyebut, hal ini dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara.

"Ya enggak apa-apa demi kepentingan bangsa. Semua ukurannya kepentingan bangsa, masa mau gebuk (pemerintah Jokowi) terus," ucapnya, Selasa (22/10/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini pun menyebut, pihaknya akan menataati dan menghormati langkah yang diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra ini.

"DPP mengambil sikap ya semua DPD Gerindra harus taat," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Seiring dengan Partai Gerindra yang memutuskan masuk dalam barisan parpol pendukung pemerintah, jatah menteri pun semakin santer terdengar untuk partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Prabowo Subianto sendiri santer digadang bakal menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

Kader lain Gerindra yang diisukan masuk kabinet adalah Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.

Pranowo Subianto isi pos pertahanan

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo datang bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (21/10/2019).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo datang bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (21/10/2019). (ISTIMEWA/Tangkap layar Kompas TV)

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto resmi masuk dalam Kabinet Jilid II Jokowi-Maruf Amin setelah mendatangi Istana Kepresidenan.

Mantan calon presiden kompetitor Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 itu datang didampingi Edhy Prabowo yang juga kader Partai Gerindra.

Selesai menghadap Presiden Jokowi pada Senin (21/10/2019) sore, Prabowo menyampaikan tugas yang dipercayakan Jokowi kepadanya.

 Ahok & Puput Nunggu Kelahiran Anak Pertama, Video Nikahannya Beredar hingga Dikomentari Vicky Shu

"Saya diminta untuk memperkuat kabinet. Saya sudah sampaikan keputusan kami, Gerindra, apabila diminta siap membantu," ujar Prabowo kepada media seperti dilansir Kompas TV.

 Kenalkan Gista Putri Istri Wishnutama yang Beda Usia 11 Tahun, Ini Perlakuan Eks Bos Net Tv Padanya

"Tadi sudah diminta dan kami siap membantu. Saya diminta membantu di bidang pertahanan."

"Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," ucap dia.

 Bersama Edhy Prabowo Diundang Jokowi, Pakaian Prabowo Subianto Disorot Pengamat: Jadi Menteri?

Sementara itu, Prabowo menjelaskan soal posisi Edhy Prabowo akan langsung diumumkan oleh Presiden Jokowi di waktu yang sudah ditentukan.

Edhy Prabowo adalah Wakil Ketua Umum Gerindra.

 VIDEO Detik-detik Tangan Gibran Ditarik Paspampres saat Dekati Presiden Jokowi

Kedatangan Prabowo Disorot

Penampilan Prabowo saat mendatangi Istana Kepresidenan sontak langsung disorot oleh pengamat politik, Gun Gun Heryanto.

Menjelang hari pengumuman menteri Presiden dan Wapres Jokowi-Maruf Amin, Prabowo Subinato memang digadang-gadang akan dipilih sebagai Menteri Pertahanan.

Pantauan TribunJakarta.com sambil melambaikan tangan ke awak media, Prabowo dan Edhy berjalan beriringan masuk ke dalam Istana Kepresidenan.

Dihujani ribuan pertanyaan, Prabowo dan Edhy memilih bungkam.

Gun Gun Heryanto menganggap kehadiran dua orang penting di Gerindra itu, mengkonfirmasi kabar yang menyebut partai itu masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid II.

TONTON JUGA

"Ini mengkonfirmasi dugaan selama ini Partai Gerindra ada masuk ke kabinet mulai dapat konfirmasi," ucap Gun Gun Heryanto, dikutip TribunJakarta dari Kompas TV.

Gun Gun Heryanto menilai kemeja putih yang dikenakan oleh Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo adalah kode.

Pasalanya sejumlah orang yang diundang ke Istana Kepresidenan, menggunakan kemeja putih, mulai dari Mahfud MD hingga Erick Thohir.

Orang-orang tersebut mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk mengisi posisi menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

"Dengan pakaian putih, ya kan?" kata pembawa acara.

"Kodenya," ucap Gun Gun Heryanto.

Namun pengamat politik lainnya menyoroti celana yang dikenakan Prabowo Subianto.

Berbeda dengan yang lain, Prabowo Subianto memakai celana berwarna cokelat khas Partai Gerindra.

"Ini tapi celananya masih Gerindra," ucap pengamat politik itu.

Walau begitu Gun Gun Heryanto menduga kehadiran Prabowo Subianto terkait dirinya yang digadang-gadang akan mengisi posisi Menteri Pertahanan.

"Saya menduga yang kedua, sebagai menteri," kata Gun Gun Heryanto.

Gun Gun Heryanto menilai kedatagan Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan bukan sebagai Ketua Umum.

"Bukan hanya ketua umum," jelas Gun Gun Heryanto.

"Biasanya kalau ketum, pasti tidak dateng ke istana ke momen seperti ini," tambahnya.

Mengenai celana cokelat yang dikenakan Prabowo Subinato, Gun Gun Heryanto menganggap tak ada warna khusus untuk memenuhi undangan Jokowi.

SIMAK VIDEONYA:

Prabowo Paling Ditunggu Publik

Pengamat Politik Adi Prayitno mengungkap peluang Prabowo untuk diangkat Jokowi menjadi menhan.

Dilansir TribunWow.com, peluang Prabowo diungkapkan Adi Prayitno dalam siaran langsung kanal YouTube KOMPASTV, Senin (21/10/2019).

Adi Prayitno menyebut kabar Prabowo menjadi menteri sebagai kabar yang sangat ditunggu oleh masyarakat.

"Ini adalah salah satu kabar yang paling banyak ditunggu oleh publik soal apakah Prabowo memang akan menjadi salah satu menteri Jokowi," ujar Adi Prayitno.

"Dan santer terdengar kan Prabowo diplot sebagai Menhan," imbuhnya.

Jika Prabowo benar hadir sore ini atau besok di Istana Negara, maka masyarakat akan semakin yakin bahwa Ketum Gerindra ini akan diangkat menjadi menteri.

"Yang paling menarik paling banyak ditunggu oleh orang bagaimana Prabowo hadir di Istana Negara sore ini atau besok," ujar Adi Prayitno.

"Yang akan semakin menebalkan keyakinan publik bahwa Prabowo akan menjadi salah satu menterinya Jokowi," sambungnya.

Meski Prabowo akan hadir di Istana Negara, ternyata tidak berarti komunikasi koalisi pendukung internal Jokowi-Ma'ruf soal pemilihan menteri ini sudah selesai.

Adi Prayitno menyebut masih ada pihak-pihak yang belum sepenuhnya menerima nama-nama tokoh yang dikabarkan akan menjadi menteri.

"Mestinya sudah selesai, tapi kalau melihat riak-riak kecil yang berkembang, sepertinya belum selesai sepenuhnya," kata Adi Prayitno.

Menurut Adi Prayitno, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh belum diajak berdiskusi sama sekali mengenai susunan menteri.

"Misalnya kemarin Pak Ketua Umum NasDem masih mengatakan bahwa belum diajak bicara apapun soal komposisi menteri," tuturnya.

Maka dari itu, Adi Prayitno berpendapat di satu sisi masih ada masalah komunikasi yang menghambat pencalonan menteri Jokowi dari pihak internal.

"Itu artinya di saat mau pengumuman tentang kabinet Jokowi 5 tahun ke depan, masih ada satu partai politik yang merasa tidak engage dan dilibatkan proses penentuan postur kabinet."

"Itu artinya ada persoalan-persoalan komunikasi yang tersumbat," terangnya.

Di sisi lain, muncul tuntutan agar Jokowi segera mengumumkan nama-nama menteri secepatnya sehingga ada beberapa tokoh yang dipanggil ke istana.

"Tapi karena tuntutan untuk segera mem-publish soal siapa saja calon menteri, maka kemudian hari ini running nama-nama itu," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved