Anak-anak Rentan Terpapar Radikal Terorisme, Kemetenterian PPPA Sosialisasi ke Tangerang

"Kita maksimalkan pengawasan, untuk itu perlu ada pemahaman yang terang menderang akan aturan ini," ucap Irna.

Anak-anak Rentan Terpapar Radikal Terorisme, Kemetenterian PPPA Sosialisasi ke Tangerang
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), mengadakan sosialisasi tentang bahaya pemahaman dan radikalisme pada anak-anak di Novotel Tangerang, Kamis (24/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bahaya paham radikalisme berujung tindakan terorisme ternyata masih menghantui anak-anak di Indonesia terutama kota-kota satelit Jakarta.

Dari alasan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) serta Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), mengadakan sosialisasi tentang bahaya pemahaman dan radikalisme pada anak-anak.

Deputi Perlindungan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Nahar mengatakan perlu adanya sosialisasi mengenai kebijakan tersebut.

"Maksudnya, ketika ada anak yang terlibat dalam paham radikalisme hingga tindak teroris, apakah diposisikan sebagai korban ataukah sebagai pelaku," ujar Nahar, di Novotel Kota Tangerang, Kamis (24/10/2019).

Pemahaman ini, menurut Nahar harus diketahui oleh lingkungan atau orang dewasa, guru di sekolah, hingga usia anak itu sendiri.

Sebab, menurut Nahar, bagaimana juga anak-anak yang terpapar radikalisme itu adalah korban.

Tidak peduli apakah dipengaruhi oleh keluarganya sendiri atau pun lingkungannya.

Misalnya, bila pemahaman radikal ditanamkan oleh keluarga, sejak kecil dia akan menganggap orang lain, bukan kaumnya atau terutama mereka yang berada di birokrasi pemerintahan adalah kafir.

Sehingga, lanjut Nahar, dia akan menjauh malah timbul keinginan untuk membunuh.

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved