Bantah 'Urus' Perkara Agar Bebas dari Hukuman Mati, Adam Bandar Narkoba: Itu Mukjizat

Muhammad Adam, bandar 54 kilogram sabu membantah telah membayar Jaksa dan Hakim Mahkamah Agung (MA) agar vonisnya turun jadi 20 tahun penjara.

Bantah 'Urus' Perkara Agar Bebas dari Hukuman Mati, Adam Bandar Narkoba: Itu Mukjizat
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Bandar narkoba yang bebas dari hukuman mati di tingkat MA, Muhammad Adam saat ditemui di markas BNN, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Muhammad Adam, bandar 54 kilogram sabu membantah telah membayar Jaksa dan Hakim Mahkamah Agung (MA) agar vonisnya turun jadi 20 tahun penjara.

Adam yang pada Agustus 2019 kembali diringkus BNN untuk kedua kalinya atas perkara kepemilikan 20 kilogram sabu menyebut turunnya vonis sebagai mukjizat.

Menurutnya vonis hukuman mati yang dijatuhkan di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi berubah di tingkat MA murni karena mengajukan Kasasi.

"Itu mukjizat ya. Karena kita juga mengajukan kasasi, terus diurus sama pengacara. Itu yang dipublik menjadi 'diurus' maksudnya kan begitu. Itu yang jadi pertanyaan 'diurus', maksudnya diurus itu lewat kasasi," kata Adam di markas BNN, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2019).

Saat kembali disinggung wartawan apakah dia membayar Jaksa dan Hakim agar vonisnya turun jadi 20 tahun penjara, bandar narkoba itu kembali membantah.

Dengan santai, penjahat kambuhan yang mampu berbisnis narkoba dari dalam Lapas Cilegon Banten itu membantah kabar adanya 'permainan' dalam vonis.

"Oh enggak ada, enggak ada bayaran. Tidak ada bayaran," ujarnya.

Pemilik aset Rp 12,5 triliun yang terdiri dari mobil, kapal, ruko, tanah, emas dan aliran uang di 14 negara mengaku hanya keluar duit Rp 1,8 miliar.

Uang tersebut digunakan untuk menyewa tim pengacara yang menangani sejak tahun 2016 saat pertama dicokok anggota BNN.

"Saya kontrak 10 tahun pengacara saya itu, lebih kurang Rp 1,8 miliar, cash. Dari 2016 sampai selesai, menang di Kasasi," tuturnya.

Berkat Karyanya, Jennifer Aniston Dapat Penghargaan The People’s Icon of 2019

Beragam Kegiatan Menteri di Hari Pertama, Rapat Internal Hingga Dihadapkan Kekosongan Pejabat Eselon

Sebagai informasi, Adam kembali menghuni sel tahanan markas BNN karena kedapatan mengendalikan peredaran sabu seberat 20 kilogram dan 31 ribu butir ekstasi pada Agustus 2019.

Dia digelandang dari Lapas Cilegon Banten tempatnya menjalani masa tahanan usai bebas dari vonis hukuman mati lalu dibawa ke markas BNN.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved