Dapat Menurunkan Suhu, Penelitian Coolroofs di Tangerang Terkendala Biaya yang Tinggi

"Tahun depan pak Wali Kota akan menargetkan setiap kelurahan di Tangerang akan menggunakan Coolroofs ini," tutup Didi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat peluncuran teknologi Coolroofs di SDN Pabuaran Tumpeng 1, Karawaci, Kamis (24/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Uji coba teknologi yang dapat menurunkan suhu ekstrem di Kota Tangerang terkendala biaya yang sangat besar.

Teknologi tersebut adalah Coolroofs yang merupakan hasil kerja sama Pemerintahan Kota Tangerang dengan UPI dan University of Florida untuk menurunkan suhu ekstrem.

Sebab, menurut catatan Badan Meteoriogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di Kota Tangerang bisa mencapai 36 derajat celsius di luar ruangan.

Namun, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan kalau implementasi pembuatan Coolroofs tersebut masih terkendala pembiayaan yang sangat meroket.

"Satu file harganya 27 dolar jadi sekira Rp 700 ribu. Sedangkan yang kita mau buat harganya targetnya cuma lima sampai tujuh dollar. Supaya masyarakat tuh daripada beli AC mending pakai teknologi ini," jelas Arief di SDN 1 Pabuaran, Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (22/10/2019).

Kendala lainnya, Indonesia belum memiliki alat penyaringan secara otomatis untuk menciptakan cat Coolroofs tersebut.

Sehingga proses saat ini dari UPI dan University of Florida baru sekedar transfer knowledge atau pengenalan teknologi dan cara pengaplikasiannya.

"kalau di Amerika butuh kalau mesinnya tuh mesin aduk, yang kecepatannya 5000 rpm dan di sini belum ada, makanya hal-hal itu harus disiapkan. Terus di sini ngecatnya manual, kalau di Amerika disemprot," ucap Arief.

Senada dengan Arief, Wakil Rektor 4 UPI, Didi Sukyadi mengatakan kalau Indonesia terutama Kota Tangerang belum mempunyai bahan baku pembuatan Coolroofs.

Sehingga, untuk sementara Kota Tangerang masih menerima bahan baku dari Amerika yang memakan cukup banyak pengeluaran.

Pria Mencurigakan yang Bawa Pisau Dekat Pos Lantas Cengkareng Jalani Tes Kejiwaan

Sejumlah Fasilitas yang Perlu Dipenuhi Stadion Patriot Bekasi Sebelum Menghelat Piala Dunia 2021

PS Tira Persikabo Vs Arema FC Skor 1-1, Tuan Rumah Harus Puas Berbagi Poin

"Untuk saat ini kita masih impor bahan langsung dari Amerika dan Australia. Yang bisa kita buat adalah aplikasi pembuatannya yang manual diblender dan dioleskan ke genteng," jelas Didi.

Menurut Didi, penggunaan cat pemantul cahaya terik matahari itu baru diujicobakan di kantor Mayora dan beberapa gedung sekolah di Kota Tangerang.

Namun, tidak menutup kemungkinan, seluruh kelurahan yang ada di Kota Tangerang dapat menggunakan teknologi Coolroofs pada tahun depan.

"Tahun depan pak Wali Kota akan menargetkan setiap kelurahan di Tangerang akan menggunakan Coolroofs ini," tutup Didi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved