Merasa Tak Terlibat Rencana Kerusuhan Aksi Mujahid 212, Dua Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Dua tersangka kelompok Abdul Basith, Muhidin Jalih alias Jalih Pitung dan Januar Akbar, resmi mengajukan penangguhan penahanan.

Merasa Tak Terlibat Rencana Kerusuhan Aksi Mujahid 212, Dua Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Pitra Romadoni, kuasa hukum Muhidin Jalih dan Januar Akbar, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (24/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Dua tersangka kelompok Abdul Basith, Muhidin Jalih alias Jalih Pitung dan Januar Akbar, resmi mengajukan penangguhan penahanan.

Berkas permohonan penangguhan itu diserahkan kuasa hukum kedua tersangka, Pitra Romadoni, ke Polda Metro Jaya, Kamis (24/10/2019).

Pitra mengatakan, permohonan itu diajukan kepad Kapolda Metro Jaya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum), dan penyidik.

"Pada hari ini kita telah resmi mengajukan permohonan kita ke Kapolda Metro Jaya dengan tembusan ke Dir Reskrimum dan penyidik," kata Pitra.

Menurut dia, Jalih dan Januar tidak terlibat dalam perencanaan kerusuhan di aksi Mujahid 212, 28 September 2019.

"Perlu digarisbawahi dua orang ini aktivis. Selaku pimpinan aksi, mereka hadir ke sana atas permintaan atau dibawa saudara Damar pada 22 September 2019 ke kediaman Pak Soenarko," ucap dia.

Pitra mengakui pertemuan tersebut memang dihadiri Abdul Basith. Namun, lanjut dia, baik Jalih maupun Januar tidak mengenal Basith.

Bahkan, ia menuturkan, kedua kliennya baru mengetahui perencanaan kerusuhan saat pertemuan itu.

Ia juga mengatakan Jalih dan Januar tidak ikut menyimpan bom rakitan yang dibuat Abdul Basith dkk.

"Berdasarkan keterangan klien kami, mereka tidak pernah memegang atau bawa bom tersebut. Tapi kalau penggerak massa, benar," ujar Pitra.

Riko Simanjuntak Siap Lanjutkan Tren Kemenangan Persija saat Hadapi PSS Sleman

Sering Buat Onar, Preman Tua Tewas Mengenaskan di Kalibaru Jakarta Utara

Sebelumnya, Jalih ditangkap Polisi pada 10 Oktober 2019 di kawasan Tangerang. Ia diduga berperan sebagai donatur.

Sehari sebelumnya, Polisi mengamankan Januar di Condet, Jakarta Timur, karena diduga mengumpulkan massa aksi.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved