Breaking News:

Selama 2 Bulan, Warga Bambu Apus Beli Galon dan Hemat Air untuk Minum

Jaka (50), warga RT 02/RW 03 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung yang paling lama merasakan kesulitan air bersih imbas kemarau.

Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga RT 02 Kelurahan Bambu Apus saat menerima bantuan air bersih dari pemerintah di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (23/10/2019). 

Namun Kelurahan yang berstatus rawan justru Kelurahan Halim dan Kelurahan Cipayung, bukan Kelurahan Bambu Apus dan Kelurahan Cilangkap.

Lurah Cilangkap Nasir Sugiar mengatakan 90 kepala keluarga (KK) dengan total 245 jiwa yang terdampak kekeringan dan butuh bantuan air bersih.

Sejak Selasa (22/10/2019), warganya di RT 02, RT 05, RT 06, dan RT 07 mendapat suplai bantuan air bersih dari jajaran Sudin PKP Jakarta Timur.

"Di Cilangkap ada 245 jiwa yang terdampak. Hari Selasa dapat bantuan air bersih 2.500 liter, dan hari Rabu dapat bantuan 4.000 liter dari pemadam," kata Nasir.

Kesulitan Air, Warga Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur Rela Tunggu Bantuan Hingga Tengah Malam

Warga RW 02 Kelurahan Bambu Apus saat menanti bantuan kiriman air bersih di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (23/10/2019).
Warga RW 02 Kelurahan Bambu Apus saat menanti bantuan kiriman air bersih di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kesulitan air bersih selama nyaris satu bulan yang dialami warga Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur membuat mereka rela menunggu bantuan air bersih hingga tengah malam.

Ketua RT 02/RW 03 Adi Ismanto (41) mengatakan sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) dari 25 KK yang terdampak kekeringan rela menahan kantuk karena sangat membutuhkan air bersih.

"Saya memang baru tadi siang lapor ke Lurah, jam 12 siang lah baru lapor. Dari Aetra sendiri tadi minta maaf karena harus ngirim bantuan air ke wilayah lain dulu," kata Adi di Cipayung Jakarta Timur, Rabu (23/10/2019).

Kesamaan Nadiem Makarim dan Anies Baswedan Usai Dilantik Jadi Mendikbud Kabinet Joko Widodo

Sejak pukul 17.00 WIB, warga RT 02 sudah menyiapkan galon, ember, dan wadah lainnya guna menampung bantuan kiriman air bersih.

Namun hingga waktu nyaris berganti hari mereka hanya bisa duduk pasrah menanti kedatangan air karena bantuan yang dijanjikan tak kunjung datang.

"Truk yang datang kapasitas 5 ribu liter, ini rela menunggu karena memang sudah butuh banget. Habis mau dapat air darimana lagi," ujarnya.

Kekhawatiran Ani Yudhoyono Soal Sikap Annisa Pohan Sebelum Nikahi AHY, Soroti Profesi Menantu

Live Streaming PSM Makassar Vs Madura United: Juku Eja Tak Ingin Telah Kekalahan Lagi di Kandang

Manajer Persija Sampaikan Pesan dan Harapan Khusus kepada Menpora Zainudin Amali

Jaka (50), satu warga RT 02 mengaku rela menahan kantuk karena sudah dua bulan kontrakannya tak dialiri air bersih sehingga harus membeli galon.

Pun esok harinya harus bekerja, Jaka bersama belasan warga RT 02 lainnya setia menanti kedatangan bantuan air bersih untuk keluarganya.

"Ngantuk sih ngantuk, tapi mau bagaimana lagi. Harus ditahan untuk keluarga, saya sudah dua bulan enggak dapat air. Kalaupun ngalir air enggak sampai lima menit mati lagi," tutur Jaka.

Pantauan TribunJakarta.com, hingga pukul 22.30 WIB belasan warga RT 02 masih menanti bantuan kedatangan air bersih sembari melawan kantuk. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved