Breaking News:

Deretan Karya Seniman Henk Ngantung Dipamerkan di Museum Seni Rupa dan Keramik

Penasaran ingin melihat deretan karya dari seniman legendaris Henk Ngantung, bisa datang ke Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta di kawasan Kota Tua.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Deretan karya seniman Henk Ngantung yang dipamerkan di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Penasaran ingin melihat deretan karya dari seniman legendaris Henk Ngantung, bisa datang ke Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

Sejak 17 Oktober lalu hingga 31 Januari 2020, deretan karya dari seniman yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta Tahun 1964-1965 itu dipamerkan dalam rangka pameran bertajuk Lini Narasi Baru : Seni Rupa Indonesia, Kota dan Perubahannya yang digagas Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ).

Deretan karya seniman Henk Ngantung yang dipamerkan di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta.
Deretan karya seniman Henk Ngantung yang dipamerkan di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Satu ruangan khusus digunakan untuk memajang deretan karya dari Henk Ngantung.

Pameran yang berkonsep labirin ini membuat tiap pengunjung yang datang dipastikan melewati ruangan yabg menyimpan deretan karya Henk Ngantung.

Pantauan TribunJakarta.com, total ada 18 sketsa dan 2 lukisan Henk Ngantung yang dipajang disini.

Sketsa dari karya buatan Henk Ngantung yang cukup ikonik di ibu kota juga dipamerkan di tempat ini, yakni sketsa tentang patung Pembebasan Irian Barat yang dibangun di Lapangan Banteng.

Di bawah sketsa patung berukuran 53x75 cm itu terdapat tulisan tangan yang menjelaskan tentang gambar tersebut yakni "Rentjana figura utk Monumen Irian Barat di Lapangan Banteng". Dalam captionnya, sketsa tersebut dibuat pada 5 Agustus 1961.

Jauh sebelum membuat sketsa itu, Henk Ngantung juga pernah membuat sketsa tentang tentara PETA pada Tahun 1944 dan Perundingan Linggardjati pada Tahun 1947.

Ada juga sketsa berjudul Pertemoean Presiden Soekarno yang dibuat Tahun 1946.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved