Drum Band Taruna Akademi TNI Beraksi di Royal Edinburgh Military Tattoo di Australia

Festival drum band internasional yang bertajuk Royal Edinburgh Military Tattoo (REMT) di Sydney, Australia berlangsung pada 17-19 Oktober 2019.

Drum Band Taruna Akademi TNI Beraksi di Royal Edinburgh Military Tattoo di Australia
Dokumentasi KBRI Canberra
Drum Band Taruna Akademi TNI 

TRIBUNJAKARTA.COM, SYDNEY - Festival drum band internasional yang bertajuk Royal Edinburgh Military Tattoo (REMT) di Sydney, Australia berlangsung pada 17-19 Oktober 2019.

Hadir pada event internasional tersebut gabungan drum band Taruna Akademi TNI yang dipimpin oleh Direktur Umum Mako Akademi TNI, Brigadir Jenderal Pramudya.

75 taruna yang hadir tersebut terdiri dari 25 Taruna Akademi Militer; 25 Taruna Akademi Angkatan Laut dan 25 Taruna Akademi Angkatan Udara.

Delegasi Taruna Akademi TNI yang telah tiba di Olympic Park, Homebush Sydney sejak tanggal 12 Oktober tersebut datang dengan menggunakan pesawat Boing 737milik TNI AU.

Drum Band Taruna Akademi TNI
Drum Band Taruna Akademi TNI (Dokumentasi KBRI Canberra)

Dalam keterangan tertulis KBRI Canberra, REMT sendiri adalah pagelaran drum band internasional yang telah berlangsung sejak hampir 70 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1949.
Pertunjukan ini asal mulanya dimulai di Prince Street Garden, Edinburgh, Skotlandia, yang terinspirasi oleh pertunjukan yang berjudul 'Something About a Soldier' yang berlangsung pada tahun 1949 di Ross Bandstand.

Awalnya tujuan dari festival ini adalah membawa kontribusi Angkatan Darat Skotlandia ke festival internasional, sekarang pertunjukkan itu sendiri menjadi pertunjukkan kelas dunia.
Tattoo adalah drum malam atau sinyal trompet memanggil tentara ke kembali ke tempat tinggal mereka (quarters).

Penyelenggaraan REMT di Sydney kali ini dihadiri oleh 1.521 peserta dari 14 negara yaitu: Australia; Kerajaan Inggris (UK); Swiss; Perancis; India; Tonga; Fiji, Cook Islands, Selandia Baru dan negara peserta yang beru pertama kali mengikuti yaitu Indonesia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon ; Samoa dan Vanuatu.

REMT dibuka secara resmi oleh Panglima Angkatan Bersenjata (CDF – Chief of Defence Force) Australia, Jenderal Angus Campbell yang juga dihadiri oleh para tamu kehormatan dari negara yang mengikuti fastival termasuk dari Indonesia yaitu Laksamana Madya TNI Aan Kurnia – Komandan Jenderal Mako Akademi TNI.

Hadir juga di tribun VIP Deputy Chief Of Mission KBRI Canberra Bapak M.I. Derry Aman beserta delegasi dari Indonesia yang lain.

Ramalan Zodiak Sabtu, 26 Oktober 2019: Libra Irit Duit, Cancer Selesaikan Masalah dengan si Dia

Ayah Ratu Tisha Meninggal Dunia, Pelatih Timnas U-19 Indonesia Berduka

Penampilan drum band gabungan Taruna Akademi TNI mendapat applause (sambutan yang meriah) dan komentar positif saat stick master (Penata Rama) melempar tongkat komando pasukan drum band-nya jauh tinggi ke langit. Bahkan pemirsa internasional memuji penampilan Indonesia “wow this is the flying stick”.

Panitia menyatakan puas atas penampilan drum band Taruna tersebut dan berencana akan mengundang kembali untuk festival tahun depan (2020) yang rencananya akan kembali dilaksanakan di negara asalnya, Skotlandia.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved