Suhu Udara Jakarta Meningkat, Ini 6 Langkah Hindari Heat Stroke
Beberapa hari belakangan ini suhu udara di Jakarta mencapai 36 derajat hingga 38 derajat celcius
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Beberapa hari belakangan ini suhu udara di Jakarta mencapai 36 derajat hingga 38 derajat celcius.
Peningkatan suhu udara ini pun membuat sejumlah warga ibu kota merasa tidak nyaman.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pun mengaku khawatir dengan kodisi suhu udara yang terus meningkat ini.
"Kalau panasnya sangat ekstrim yang sangat dikhawatirkan adalah heat stroke," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2019).
Heat stroke sendiri merupakan sebuah kondisi yang disebabkan oleh kondisi badan yang terlalu panas.
Ada dua penyebab heat stroke, yaitu paparan di lingkungan bertemperatur tinggi dan aktivitas berat.
• 5 Fakta Kasus Narkoba Artis Pemain Sinetron Madun, Alasan Sepi Job Hingga Edarkan Barang Haram
Adapun gejalan dari heat stroke ialah kebingungan, pusing, tidak sadar, kelelahan, hingga muntah.
Bahkan, gejala tersebut bisa menjadi lebih serius, seperti kulit pucat, sulit berjalan, pupil terdilatasi, napas cepat, dan kejang-kejang.
Guna mebgantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun membagikan enam tips menjaga suhu tubuh tetap stabil saat panas terik.
Berikut tips dan triknya :
1. Hindari berada di luar ruangan pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB;
2. Minum air putih dalam 2-3 jam sekali (minimum 2 liter/hari). Jangan menunggu haus;
3. Konsumsi buah segar yang banyak mengandung air;
4. Gunakan masker dan payung saat keluar ruangan;
5. Gunakan krim pelembap dan sunscreen saat keluar ruangan;
6. Jaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat dan tidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/enam-langkah-menjaga-suhu-tubuh-tetap-stabil.jpg)