Bentrok Antar Kelompok Masyarakat di Tanah Abang Cuma Dipicu Persoalan Pribadi
Akibat bentrok antar kedua kelompok masyarakat ini, dua orang korban dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka bacok
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menyebut, bentrok antar kelompok yang terjadi Jumat (25/10/2019) di wilayahnya disebkan oleh masalah pribadi.
"Ini karena ada ketersinggungan pribadi saja," ucapnya, Sabtu (26/10/2019).
Masalah pribadi ini pun menyebabkan gesekan antara organisasi massa (Ormas) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten dan pengelola Pasar Tasik.
Dihubungi terpisah, Kabid Organisasi Ikatan Keluarga Besar Tenabang (IKBT) Aden Heri Sumantri menduga, gesekan ini disebebkan oleh aksi saling berebut lapak pedagang.
"Mungkin faktor ego. Eksistensi antara beberapa kelompok di Tanah Abang, khususnya mereka yang mengelola pasar," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia pun mengaku sangat menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh kedua kelompok masyarakat ini.
Pasalnya, aksi yang mereka lakukan sangat meresahkan warga sekitar, para pedagang, dan juga para pelanggan Pasar Tanah Abang.
"Kalau mereka mau sumber-sumber ekonomi kan situasinya harus aman dan damai. Sementara kalau gini bagaimana?," kata Aden.
"Sebenarnya bisa saja mereka bagi-bagi kue, tidak harus bentrok," tambahnya.
• Tenggelam di Kolam Renang Cilandak, Dua Remaja Tewas dan Satu Orang Dirawat di ICU
• Daftar Pemain Persib Bandung yang Dibawa ke Bali untuk Hadapi Persija Jakarta
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terjadi saat sekelompok orang menyatroni kantor DPC Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten sekira pukul 16.00 WIB, Jumat (25/10/2019).
Mereka datang untuk menemui Ketua DPC BPPKB Banten sambil menenteng sejumlah senjata tajam, seperti golok dan samurai.
Namun, sesampainya di lokasi, mereka tidak berhasil menemui sang ketua, sehingga mereka nekat melakukan pengerusakan di kantor DPC BPPKB Banten itu.
Bentrok pun sempat semakin memanas, saat anggota organisasi massa (Ormas) BPPKB Banten tidak terima kantornya dirusak oleh sekelompok orang tersebut.
Beruntung, pihak kepolisian dari sektor Metro Tanah Abang dan Polres Metro Jakarta Pusat langsung bergerak cepat menuju lokasi keributan di kawasan Jembatan Bongkaran, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Polisi pun langsung mengamankan tiga orang tersangka yang diduga melakukan pengerusakan kantor ormas tersebut.
Akibat bentrok antar kedua kelompok masyarakat ini, dua orang korban dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka bacok di tubuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-tawuran_20180529_174025.jpg)