Cerita Wanita Korban Pelecehan Seksual di KRL Tujuan Bekasi, Berani Teriak Bentak Pelaku

Ia naik KRL tujuan Bekasi dari Stasiun Gondangdia dengan kondisi saat itu penumpang padat.

Cerita Wanita Korban Pelecehan Seksual di KRL Tujuan Bekasi, Berani Teriak Bentak Pelaku
megapolitan.kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Seorang wanita pemilik akun media sosial twitter @anggigi membagikan pengalaman pahit ketika menjadi korban pelecehan seksual saat menggunakan transportasi publik Kereta Rel Listri (KRL) Jabodetabek.

Dalam unggahan yang dibuat pada, Sabtu, (26/10/2019) itu, wanita pemilik akun @anggigi menceritakan, pelecehan seksual terjadi di KRL tujuan Bekasi dengan nomor KA1408.

Peristiwa bermula ketika ia pulang kantor pada Jumat, (25/10/2019), sekitar pukul 17.32 WIB. Ia naik KRL tujuan Bekasi dari Stasiun Gondangdia dengan kondisi saat itu penumpang padat.

"Jadi kejadian rush hour pulang kerja. Gondangdia - Bekasi. Gue naik Gondangdia dan si pelaku ini udah ada duluan. Posisi doi (pelaku) ditengah-tengah, karena ini rush hour dan kondisi gerbongnya cuma dapet 10 gerbong, makin padetlah lama-lama dan jarak (antar penumpang) makin padat," tulis akun @anggigi yang dikutip TribunJakarta.com, Minggu, (27/10/2019).

Masih dalam unggahan yang sama, wanita penumpang KRL ini bahkan membuat gambar bagaimana posisi tempat dia berdiri dengan pelaku saat di dalam kereta.

"Sampai pada akhirnya, posisi si pelaku ini ada di samping gue, gue dan dia menghadap ke arah yang sama. Saat itu gue belum curiga sama sekali. Sampai akhirnya, tibalah KRL di (Stasiun) Manggarai. Penumpang yang masuk makin banyak, dan tentu aja keadaan makin sempit. Nah karena kedorong ke samping, posisi gue sama si pelaku jadi kayak gini (merujuk gambar ilustrasi pelaku yang beridiri di belakannya)," ungkap akun @anggigi.

Kondisi penumpang yang kian padat membuat jarak antar penumpang kian rapat. Posisi korban berdiri membelakangi pelaku. Kecurigaan muncul ketika, pelaku kerap melirik korban ketika tengah melihat posel.

"Semenjak itu gue langsung simpen (ponsel) di dalem tas. Nah setelah berubah posisi gitu (korban membelakangi pelaku), gue diem kan. Diem. Diem. Sampe di Stasiun Jatinegera, barulah gue ngerasa, kok kayaknya goncangannya (kereta) seheboh itu deh. Tapi ni k****k (pelaku) bilang gue goyang-goyang mulu, dan ngedorong-dorong kena gue," ungkapnya.

Ia kemudian berusaha untuk tetap tenang, sampai kemudian wanita korban pelecehan seksual ini baru benar-benar sadar ketika pelaku mulai beraksi kian frontal. Ketika itu, pelaku berani menggesek-gesekkan bagian kemaluannya ke tubuhuh korban.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved