Ini Alasan Korban Pelecehan Seksual di KRL Tujuan Bekasi Berani Bentak Pelaku di dalam Gerbong

Tapi semua ketakutan itu pudar ketika dia yakin, apa yang dilakukan pelaku pelecehan seksual merupakan tindakan tercela dan semua orang harus tahu

Ini Alasan Korban Pelecehan Seksual di KRL Tujuan Bekasi Berani Bentak Pelaku di dalam Gerbong
megapolitan.kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) asal Bekasi berinisial AM (24), menceritakan pengalaman pahit saat menggunakan moda transportasi umum. Ia menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria ketika berada di gerbong kereta menuju Bekasi.

Peristiwa ini ia bagikan di akun media sosial twitter dan mendapatkan sejumlah tanggapan dari warganet.

Dalam unggahan yang dibuat pada, Sabtu, (26/10/2019) itu, wanita pemilik akun @anggigi_ menceritakan, pelecehan seksual terjadi di KRL tujuan Bekasi dengan nomor KA1408. Bekat keberaniannya, AM membentak pelaku saat mulai berkasi melakukan tindakan asusila.

AM saat dikonfimasi menceritakan, hal yang membuat dia berani membentak tidak lain karena pengalaman yang kerap ia dapatkan. Wanita asal Bekasi ini mengaku kerap mendapat pelecehan secara verbal (catcalling) ketika berjalan di tempat umum.

"Awal-awal saya takut kalau di-catcalling atau dipanggil aneh-aneh. Tapi makin hari makin ngerasa ngapain gua takut, toh sekarang kalau misalkan takut dia (pelaku) makin menjadi-menjadi, terpuaskan, oh korbannya malah takut. Ya enggak bisa, gue harus berani," kata AM, Senin, (28/10/2019).

AM sadar, berteriak atau membentak orang di tempat umum akan mengakibatkan dampak yang sangat besar untuk dirinya. Rasa malu, takut dikira orang tidak waras tentu terbesit dalam benaknya.

Tapi semua ketakutan itu pudar ketika dia yakin, apa yang dilakukan pelaku pelecehan seksual merupakan tindakan tercela dan semua orang harus tahu dan berani melawan.

"Enggak mau tahu, gue harus ngomong ini enggak bener. Bodo amat orang-orang melihat gue aneh, ini kan udah ranah privasi gue banget kan intinya. Mau enggak mau ya harus kaya gitu, berani ngomong," terangnya.

"Maaf karena wanita tuh kalau bisa dibilang sekarang masih berada di kelas dua. Walaupun ada gerakan empower (emansipasi wanita) tentu aja laki-laki, budaya patriarkinya di Indonesia masih kental banget," tambahnya.

Cerita Wanita Korban Pelecehan Seksual di KRL Tujuan Bekasi, Berani Teriak Bentak Pelaku

Massa Mahasiswa Berdatangan di Jalan Medan Merdeka Barat, Ini Pesan Tuntutannya

Niat & 8 Manfaat Puasa Senin Kamis, Bisa Tunda Penuaan Dini dan Menyehatkan Gigi Loh!

Adapun aksi pelecehan seksual ini dilakukan pelaku saat berada satu gerbong dengan korban. Kondisi penumpang yang padat coba dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan asusila yang kala itu beridiri di belakang korban.

Posisi korban dan pelaku kala itu saling berdempetan, aksi bejat ini rupanya dipergoki korban yang saat itu merasa risih dengan tingkah pelaku yang kerap menggerakkan bagian kemaluannya.

AM dengan keberaniannya membentak pelaku dan memarahimya hingga dia kabur turun di Stasiun Klender. Usai kejadian itu, dia berusaha melapor ke pengelola KRL melalui unggahan di twtitter tersebut.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved