Komnas PA: 2,1 Juta Balita Indonesia Ketergantungan Handphone

Contoh kecil yakni 209 anak usia 5-15 tahun yang sepanjang tahun 2016 dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Komnas PA: 2,1 Juta Balita Indonesia Ketergantungan Handphone
TribunJakarta/Bima Putra
Diskusi publik yang digelar Komnas Anak di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (28/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Sebanyak 2,1 juta balita Indonesia diperkirakan menderita ketergantungan gawai dan bermain game online yang berdampak pada penurunan kemampuan fisik dan psikis anak.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data yang diterima dari sejumlah RS dan laporan lainnya.

"Di Indonesia hampir 2,1 juta anak usia balita telah ketergantungan menggunakan Internet, gawai, dan game online tanpa pengawasan orang tua," kata Sirait di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (28/10/2019).

Contoh kecil yakni 209 anak usia 5-15 tahun yang sepanjang tahun 2016 dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Sirait menuturkan kecanduan gawai dan game online yang dialami anak justru dipicu kelalaian orang terdekat anak, khususnya orang tua.

"Orang tua sering kali mendiamkan anak dengan cara memberikan handphone. Dari 45 juta pengguna Internet di Indonesia, 75,50 persennya anak berusia 13-18 tahun," ujarnya.

Sedangkan 54,13 persen di antaranya merupakan jumlah anak pengguna internet yang menjadi pelanggan game online.

Massa Mahasiswa Berdatangan di Jalan Medan Merdeka Barat, Ini Pesan Tuntutannya

Pulang dari Bar: Sopir Grand Livina Tabrak Apotek, 1 Satpam Tewas, Lainnya Luka Berat

Siswa SMA 4 Jakarta Ini Suaranya Mirip Jokowi: Belajar dari Youtube hingga Sering Dipanggil Pak De

Sirait menuturkan kecenderungan anak menggunakan gawai dan bermain game online paling tidak 3 kali sehari dengan durasi waktu 1,5 jam.

"Biasanya bermain game online dengan jarak sangat dekat dengan mata, dalam posisi tubuh yang tidak baik. Tiduran, telentang, tengkurap, dan lainnya," tuturnya.

Menurutnya 52 persen pengguna game mendapat gangguan kesehatan seperti kelelahan, 30 persen pusing dan nyeri kepala, 15 persen badan lemas, dan 5 persen lainnya mual-mual. 

 
 

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved