Nelayan Muara Angke Keluhkan Reklamasi Pulau G, Ini Respon Menteri Kelautan & Perikanan Edhy Prabowo

Nelayan di Muara Angke Jakarta Utara keluhkan keberadaan pulau reklamasi Pulau G, begini respon Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat menyalami para nelayan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Nelayan di Muara Angke mengeluhkan keberadaan pulau reklamasi Pulau G yang sering menghambat pelayaran.

Hal itu diungkapkan dalam kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara hari ini.

Salah seorang nelayan, Waryono mengungkapkan bahwa keberadaan Pulau G sering menghalangi jalannya kapal-kapal.

Pulau itu juga dikatakannya sering membuat kapal nelayan terdampar.

"Bahkan kapal Bangkit Jaya 48 hancur karena pasir meluber kemana-mana," kata Waryono di hadapan Edhy, Senin (28/10/2019).

Terungkap Fakta Kasus Suami Bunuh Istrinya di Jember, Kecewa Uang Gaji Selalu Habis Ketika Diminta

Selain pasir yang membuat laju kapal maupun perahu terhalang, keberadaan pondasi cakar ayam yang berfungsi untuk menahan pasir juga kerap kali terbawa arus.

Hal itu, kata Waryono, sering membuat kapal nelayan tersangkut di Pulau G.

"Mohon solusi pak, karena nelayan setiap masuk sering kecelakaan dan tersangkut di situ," ucap Waryono.

Nelayan lainnya, Triyadi (47) membenarkan hal tersebut.

Lantaran pernah bertabrakan dengan pondasi cakar ayam, sebuah kapal terpaksa diperbaiki setelah kecelakaan Minggu (27/10/2019) lalu.

"Di situ enggak ada tanda, makanya yang baru ke sini (Muara Angke) sering nyangkut," beber Triyadi.

Video Panasnya Bersama Om-om Beredar, Gadis Remaja yang Hilang Sejak Februari Ditemukan Keluarganya

Nelayan yang sudah paham akan keberadaan Pulau G, dikatakan Triyadi, sudah pasti akan menghindarinya.

Mereka harus berputar selama sekitar 30 menit untuk menghindari pulau reklamasi itu.

Triyadi menjelaskan, bagi nelayan yang sudah biasa berlayar dari dermaga Muara Angke mereka langsung menghindari kawasan Pulau G tersebut.

Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan akan memanggil pihak pengembang Pulau G untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Kami akan panggil pengembang. Yang jelas keputusannya harus berpihak ke nelayan. Yang dateng kan anda duluan di sini. Kalaupun itu ada, dia yang harus sesuaikan," ucap Edhy.

RESMI! BKN Umumkan Pendaftaran CPNS 2019 Tanggal 11 November 2019, Lihat Persyaratan yang Diperlukan

Adapun Pulau G adalah salah satu pulau reklamasi yang tidak dicabut izinnya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran pembangunannya sudah dilaksanakan.

PT Agung Podomoro Land sebagai pengembang memastikan bahwa pembangunan Pulau G sampai saat ini masih terhenti sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved