Kabinet Jokowi Maruf

Soroti Nadiem Makarim Jadi Mendikbud, Komnas PA: Pendidikan Bukan Sekedar Teknologi

Arist Merdeka Sirait mengatakan pertimbangan Jokowi salah karena didasari karena Nadiem tak memiliki latar belakang di dunia pendidikan.

Soroti Nadiem Makarim Jadi Mendikbud, Komnas PA: Pendidikan Bukan Sekedar Teknologi
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat ditemui di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (28/10/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Komnas Perlindungan Anak (PA) menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo yang memilih Nadiem Makarim jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan pertimbangan Jokowi salah karena didasari karena Nadiem tak memiliki latar belakang di dunia pendidikan.

"Ini sifat secara kelembagaan. Menyayangkan bahwa yang diangkat bukan berlatar belakang pendidikan yang sungguh-sungguh," kata Sirait di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (27/10/2019).

Dalam bidang bisnis dan teknologi, dia tak menampik Nadiem memiliki kemampuan memimpin perusahaan yang berkecimpung di bidang teknologi.

Namun mutu pendidikan tak sekadar dinilai saat anak-anak mampu menggunakan atau memproduksi gawai, melainkan karakter.

"Enggak cukup hanya memperkenalkan dunia digital. Kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual juga. Mempersiapkan anak menghadapi era digital bukan sekedar paham teknologi," ujarnya.

Dia mencontohkan banyaknya jumlah anak yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa dan penyakit lainnya karena ketergantungan bermain handphone.

Namun pemerintah, dari tingkat Kementerian hingga Dinas Pendidikan tak pernah membahas bahaya kecanduan menggunakan handphone.

Secara keseluruhan, Komnas PA memperkirakan ada 2,1 juta balita Indonesia yang kecanduan menggunakan handphone dan butuh penanganan medis.

"Pemerintah bermasalah karena enggak pernah mendiskusikan tentang dampak. Itulah Menteri ini seolah-olah Nadiem Makarim ahli digital. Karena tidak memiliki latar belakang pendidikan, digital saja enggak cukup kan," tuturnya.

Terungkap Fakta Kasus Suami Bunuh Istrinya di Jember, Kecewa Uang Gaji Selalu Habis Ketika Diminta

4 Fakta Persib Menang Vs Persija: Dominasi Persib Musim Ini, Ezechiel Dievaluasi Gagal Penalti

7 Bulanan Ahok & Puput Nastiti Devi: Istri BTP Jualan Dawet, Nico Datang dan Tulis Pesan Begini

Menurutnya sosok yang mampu membenahi dunia pendidikan Indonesia tak bisa dinilai dari sisi teknologi dan tingginya gelar kependidikan seseorang.

Sirait menilai mutu pendidikan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menurun karena berada di bawah Vietnam, Thailand, dan Filipina.

"Enggak harus profesor atau banyak gelar, tapi memiliki latar belakang dan memang bergelut dengan itu. Dan karyanya juga terlihat. Harus diurus oleh orang berlatar belakang pendidikan, bukan pendidikannya yang panjang," lanjut Sirait.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved