ART Tewas Diterkam Anjing

Gelar Perkara Kasus ART Tewas Diterkam Sparta, Polisi Kembali Panggil Ibunda Bima Aryo

Penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung bakal melakukan gelar perkara kasus Yayan (35) yang tewas diterkam anjing bernama Sparta.

Gelar Perkara Kasus ART Tewas Diterkam Sparta, Polisi Kembali Panggil Ibunda Bima Aryo
Dok Puskeswan Ragunan
Sparta, anjing milik presenter Bima Aryo, di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswan) Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung bakal melakukan gelar perkara kasus Yayan (35) yang tewas diterkam anjing bernama Sparta milik majikannya Bima Aryo pada Jumat (30/8/2019).

Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Esti Budi Setyanta mengatakan gelar perkara guna menetapkan apakah kasus naik dari tingkat penyeledikan ke tingkat penyidikan dan selanjutnya.

"Secepatnya kita gelar perkara. Saya gelar perkara dulu, baru saya panggil ibunya (TD). Nanti kita gelar lagi, kita tentukan sesuai rekomendasi dari Kemenkumham," kata Budi di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019).

Merujuk surat dari Kemenkumham yang mewakili pendapat saksi ahli pidana, TD dianggap melakukan tindak pidana sesuai pasal 490 ayat 3 KUHP.

Namun Budi menuturkan pasal yang disangkakan tersebut merupakan tindak pidana ringan (Tipiring) dengan hukuman kurungan, bukan hukuman penjara.

"Nanti dari gelar perkara kita tentukan statusnya (TD), sekarang masih terlapor, belum tersangka. Kalaupun kasusnya berlanjut ini larinya ke Tipiring, pasalnya 490 KUHP tadi," ujarnya.

Sebelumnya penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung hendak menerapkan pasal 359 KUHP karena menilai adanya unsur kelalaian dari TD selaku pemilik anjing.

Namun setelah akhir September 2019 lalu menerima surat dari Kemenkumham, pasal yang diterapkan berubah jadi 490 ayat 3 KUHP.

Pasalnya saat kejadian TD menyuruh Yayan yang baru dua pekan bekerja jadi ART membuka kandang Sparta hingga akhirnya diterkam lalu tewas kehabisan darah.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved