Kemarau Panjang, Omzet Peternak Lele di Jakarta Anjlok Hingga 30 Persen

Meski enggan merinci penurunan omzet bila dirupiahkan, biasanya bobot ikan Lele hasil panennya mencapai 2 kuintal saat ditimbang

Kemarau Panjang, Omzet Peternak Lele di Jakarta Anjlok Hingga 30 Persen
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kolam waring milik Evi Sofiah dan suaminya di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Kemarau panjang yang melanda DKI Jakarta sekitar tiga bulan terakhir tak hanya menyulitkan warga beraktivitas, para pelaku usaha ikut merugi.

Evi Sofiah (36), peternak ikan Lele di Kelurahan/Kecamatan Cipayung mengatakan omzet usahanya anjlok sekitar 30 persen akibat kemarau.

"Harusnya dalam 2,5-3 bulan bisa panen, sekarang butuh 3,5 bulan baru panen. Karena suhu airnya panas, Lele jadi males makan. Pertumbuhannya lama," kata Evi di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019).

Lama waktu panen membuat Evi harus keluar uang lebih banyak membeli pakan untuk usaha pembesaran Lele di 15 kolam waring miliknya.

Guna menyiasati pengeluaran membeli pelet yang merupakan makanan utama, dia membeli pakan alternatif yakni usus ayam dari peternak ayam.

"Usus ayam itu alternatif pakan, kalau pakai pelet sepenuhnya pasti tambah besar ruginya. Untuk peternak Lele salam kecil seperti saya enggak kuat kalau pakai pelet terus," ujarnya.

Satu Tahun Tragedi Lion Air JT 610, Keluarga Panjatkan Doa untuk 189 Korban

Ukuran tubuh ikan Lele hasil panen saat musim kemarau pun lebih kecil sehingga memengaruhi bobot timbangan yang jadi penentu harga.

Meski enggan merinci penurunan omzet bila dirupiahkan, biasanya bobot ikan Lele hasil panennya mencapai 2 kuintal saat ditimbang.

"Biasanya hasil panen saya beratnya 2 kuintal, tapi tiga bulan terakhir ini paling beratnya cuma 1-1,5 kuintal. Karena panas Lele malas makan, ukuran tubuh pas panen juga kecil, bantet," tuturnya.

Sebagai informasi, hingga Kamis (24/10/2019) di Jakarta Timur tercatat 10 kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Ceger yang kesulitan air bersih, Kelurahan Bambu Apus 139 KK.

Kelurahan Lubang Buaya 247 KK, Kelurahan Setu 65 KK, Kelurahan Cilangkap 326 KK, Kelurahan Munjul 79 KK, Kelurahan Pondok Rangon 43 KK, dan Kelurahan Dukuh 15 KK.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved