Penjual Buah Pikul Ua Djoeng, Kenangan G30S PKI Hingga Siapkan Biaya Pemakaman Dirinya

Tak pernah berganti profesi, Djoeng Bin Ripan (88) setia menjadi pedagang sejak muda.

Penjual Buah Pikul Ua Djoeng, Kenangan G30S PKI Hingga Siapkan Biaya Pemakaman Dirinya
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Djoeng Bin Ripan (88), puluhan tahun setia berdagang sayur dan buah musiman saat ditemui di kawasan Cipayung 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG -Tak pernah berganti profesi, Djoeng Bin Ripan (88) setia menjadi pedagang sejak muda.

Di umurnya yang ke-88 tahun, lelaki yang biasa disapa 'Ua Djoeng' ini memilih tetap menjadi penjual buah pikul.

Dengan kondisi badan yang sudah membungkuk, dirinya masih harus memikul berbagai macam jenis buah maupun sayur ketika musimnya tiba.

"Sudah dari dulu jualan begini. Enggak pernah pakai gerobak, selalu dipikul. Dulu apa aja dijual, kayak sayur juga dijual. Tapi sekarang lebih sering buah," katanya di Cipayung, Selasa (29/10/2019).

Puluhan tahun terbiasa memikul dagangan, menjadi alasan utamanya tak memakai gerobak.

Selain tenaganya yang tak lagi seperti dulu, ia juga merasa kurang nyaman bila harus mendorong dagangannya.

Sehingga, dirinya tetap memilih memikul dagangannya meskipun dengan kondisi sedikit membungkuk.

"Dulu keliling ke pasar-pasar, keliling Jakarta buat jualan. Kalau sekarang cuma di kampung aja (kawadan Bambu Apus) karena sudah enggak kuat jauh-jauh," sambungnya.

Setiap harinya Ua Djoeng selalu berkeliling mulai siang hari selepas dzuhur.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved