Viral Video Teknisi Tersetrum di Atap Bilik ATM, Korban Jatuh Terpental, Polisi Masih Selidiki

Beredar video viral teknisi tersetrum saat memperbaiki saluran speaker di atap bilik ATM di RSUD Sogaten, Kota Madiun, Selasa (29/10/2019) siang.

Viral Video Teknisi Tersetrum di Atap Bilik ATM, Korban Jatuh Terpental, Polisi Masih Selidiki
via surya
Video viral teknisi tersetrum saat memperbaiki saluran speaker di atap bilik ATM di RSUD Sogaten, Kota Madiun, Selasa (29/10/2019) siang. 

"Dahulu awal-awal, beberapa kali sempat kontrol ke rumah sakit, namun sekarang tidak lagi,” ungkapnya.

Video Panasnya Bersama Om-om Beredar, Gadis Remaja yang Hilang Sejak Februari Ditemukan Keluarganya

Ia menambahkan, Agung juga sempat diobati secara herbal namun tak membuahkan hasil.

Istiana membuka jasa mencuci dan menyeterika untuk menghidupi keluarga.

“Saya berharap sekali ada yang mau membantu keluarga kami."

Persebaya Dikalahkan PSS Sleman 2-3: Bonek Tidak Terima, Rusak Stadion, Pemain Naik Barracuda

"Kasihan anak saya ingin beraktivitas seperti teman-teman yang lain,” ungkapnya.

Agung sebelumnya bekerja sebagai staff IT di suatu perusahaan di bidang pekerjaan umum.

Dirinya berharap bisa sembuh agar tidak menyusahkan orang lain, khususnya ibunya.

Tewas Tersetrum di Sekolah

Sigit Sasongko telah merelakan kematian putranya, DAS (11), ketika ditemui wartawan usai pemakaman.

“Insyaa  Allah saya sudah ikhlas, apapun penyebabnya, mudah-mudahan bisa menjadi bahan perbaikan untuk kita semua,” ujar Sigit Sasongko ditemui usai pemakaman DAS di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Benda, Bedahan, Sawangan, Selasa (27/8/2019).

Sebelumnya diberitakan, DAS merupakan murid kelas VI disebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok.

DAS dilarikan ke Rumah Sakit, lantaran tak sadarkan diri karena diduga tersetrum tiang toren air yang ada didepan kelas sekolahnya ketika sedang berganti jam pelajaran.

Malang, nyawa DAS tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Bhakti Yudha.

Telah merelakan kepergian DAS untuk selama-lamanya, membuat Sigit  mengambil langkah untuk tidak memvisum  jenazah putranya.

“Sejauh ini sih (DAS) tidak ada riwayat penyakit, tapi ya sudah, saya ikhlas,” kata Sigit.

Sementara itu Kepala Sekolah DAS, Eko Gerry menutukan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait keberadaan tiang toren tersebut.

“Kami akan evaluasi, mungkin akan dihilangkan keberadaanya  karena toren tersebut bukan toren utama, melainkan toren air untuk mengambil wudhu,” kata Eko ketika dijumpai wartawan di rumah duka. (Surya/TribunJateng/TribunJakarta.com)

Penulis: Suharno
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved