Anak Pelaku Pembunuhan PNS Dicor Jadi Tulang Punggung Keluarga, Sang Ayah Sempat Pamit Sebelum Buron

"Adik-adik kangen. Mama juga sekarang lagi sakit-sakitan. Kalau bisa Papa pulang," ujar TG, anak tersangka Nopi.

Anak Pelaku Pembunuhan PNS Dicor Jadi Tulang Punggung Keluarga, Sang Ayah Sempat Pamit Sebelum Buron
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Yudi Tama Redianto (41 tahun), mengungkapkan motif membunuh Apriyanita, PNS Kementerian PU. dan pengangkutan jenazah pns yang dicor. 

"Nopi itu saudara jauh dari tersangka Yudi. Bukan saudara dekat. Untuk Amir juga bukan saudara Yudi. Mereka tidak ada hubungan keluarga," jelas Supriadi.

Korban sempat dilaporkan hilang

Apriyanita ditemukan dalam keadaan masih mengenakan seragam PNS.

Jenazah Apriyanita dikubur dan dicor semen di TPU Kandang Kawat Palembang.

Apriyanita ditemukan di kedalaman 50 cm dari atas makam dengan kondisi kaki terikat.

Proses evakuasi mayat diduga Apriyanita di TPU Kandang Kawat Palembang. Apriyanita adalah PNS Kementeria PU yang hilang sejak 9 Oktober lalu
Proses evakuasi mayat Apriyanita di TPU Kandang Kawat Palembang. Apriyanita adalah PNS Kementeria PU yang hilang sejak 9 Oktober lalu (ISTIMEWA)

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel AKBP Yudhi Suwaryadi membenarkan kejadian tersebut.

"Kami mendapatkan laporan jika korban diculik. Hari ini baru kami temukan," kata Yudhi. 

"Kondisinya korban dicor oleh pelaku untuk menghilangkan jejak. Korban itu dikuburkan di kawasan TPU," tambahnya.

Wanita berusia 50 tahun ini rupanya korban pembunuhan.

Apriyanita sebelumnya dilaporkan hilang pada 9 Oktober lalu.

Saat itu pihak keluarga melaporkan hilangnya Apriyanita dengan dugaan penculikan.

Dari laporan kepolisian yang didapat Tribunsumsel.com, keluarga korban atas nama Fety Mardiyana melapor ke polisi pada 9 Oktober.

Dalam laporan itu disebutkan Feti terakhir kali berhubungan dengan Apriyati melalui telepon.

Saat itu korban menelepon dan bilang, "Tunggu sebenatar Feti, agek (nanti) ada yang nak (ingin) aku omongi samo kau. Sekarang aku mau menemui pak lurah, Ado yang nak ditandatangani," setealh itu ponsel dimatikan.

Setelah itu korban tak pernah lagi bisa dihubungi.

Masalah piutang

Sejauh ini, otak pembunuhan Apriyanita masih didalangi oleh Yudi.

Hal tersebut karena tersangka terdesak utang pembelian mobil kepada korban sebesar Rp 145 Juta. Yudi sempat mengembalikan uang korban sebesar Rp 50 juta.

Setelah itu, pada 9 Oktober 2019 korban kembali menagih kepada pelaku sebesar Rp 35 juta.

Karena merasa tidak sanggup melunasi, Yudi pun membuat rencana membunuh Aprianta hingga akhirnya korban ditemukan membusuk dicor di TPU Kandang Kawat Palembang.

"Yudi adalah otak pelaku dalam kasus ini. Sementara dua yang buron adalah tukang gali kubur," jelas Kabid Humas Polda Sumsel.

(TribunJakarta.com/ TribunSumsel.com/ Kompas.com)

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved