CPSN 2019

Ini Alasan Formasi CPNS untuk Tenaga Pendidik Paling Besar Setiap Tahunnya di Kota Bekasi

"Itu gabungan dari SD dan SMP, setiap tahunnya masuk massa pensiun," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inyatullah.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kantor Pemkot Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kebutuhan tenaga pendidik selalu ada dan paling besar jumlah formasinya setiap pembukaan calon penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Di Kota Bekasi, PNS tenaga pendidik masuk usia pensiun sekitar 300 sampai 500 orang setiap tahunnya.

"Itu gabungan dari SD dan SMP, setiap tahunnya masuk massa pensiun," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inyatullah, Rabu, (30/10/2019).

Pada CPNS 2019 ini, Pemkot Bekasi telah mengajukan sebanyak 106 lowongan khusus untuk tenaga pendidik dari total yang dibuka tahun ini sebanyak 171 formasi.

Sementara tahun lalu, jumlah lowongan untuk tenaga pendidik juga merupakan yang paling banyak yakni 213 formasi dari total 402.

Inay menjelaskan, meski setiap tahun membuka lowongan paling banyak, pihaknya masih kekurangan tenaga pendidik yang berstatus PNS. Saat ini jumlahnya ada sekitar 5.600 orang yang berdinas di SD Negeri dan SMP Negeri.

Untuk teknisnya, Kota Bekasi membutuhkan sekitar 10.000 tenaga pendidik.

Agar menutupi kekurangan, Disdik Kota Bekasi merekrekrut tenaga pendidik yang statusnya pegawai kontrak. Jumlah tenaga pendidik ini mencapai 5.700-an.

"Masih banyak yang kekurangan apalagi setiap tahunnya ada saja yang masuk masa pensiun," ujar pria yang akrab disapa Inay.

Kepala Badan Kepegawaian, Kependidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Karto mengatakan, awalnya Pemkot Bekasi mengusulkan sebanyak 378 formasi CPNS, tetapi yang terima hanya 171 formasi untuk tahun 2019 ini.

"Hanya tiga itu (bidang keahlian) aja, awalnya kita ajukan 378 tapi yang setujui hanya segitu saja (171)," kata Karto.

Dari 171 formasi yang dibutuhkan, tenaga pendidik merupakan yang paling banyak dengan 106 lowongan, sementara untuk tenaga kesehatan sebanyak 55 orang dan tenaga teknik sebanyak 10 orang.

Dia menjelaskan, usulan tenaga ahli ini sudah berdasarkan infomasi dari instasi terkait yang memang membutuhkan tenaga tambahan. Misalnya untuk tenaga pendidik, formasi yang dibuka disesuikan dari kebutuhan di Dinas Pendidikan, begitu juga untuk tenaga kesehatan, disesuaikan dari Dinas Kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Terkait :#CPSN 2019
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved