Kadin Sambut Baik Capaian Prestasi Ketahanan Pangan Nasional

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif informasi data yang menyebutkan bahwa ketahanan pangan menunjukan peningkatan kualitas

Kadin Sambut Baik Capaian Prestasi Ketahanan Pangan Nasional
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Pemantauan dan pengawasan harga pangan dan sembako pada pasar tradisional di Kelapa Gading, Jakarta Utara 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif informasi data yang menyebutkan bahwa ketahanan pangan menunjukan peningkatan kualitas dan berpengaruh ke kesejahteraan.

Ketua Komite Ketahanan Pangan Kadin Indonesia, Fransiscus Welirang, mengatakan, dengan klaim meningkatnya ketahanan pangan nasional berarti kebutuhan sumber protein dan karbohidrat untuk masyarakat bakal mudah terpenuhi.

"Wajar saja, ketahanan pangan itu merupakan tugas utama, tanggung jawab stakeholder pangan. Dalam soal ini adalah Kementerian Pertanian (Kementan)," ujar Fransiscus Welirang dalam keterangannya, Rabu (30/10/2019).

Kemudian yang juga tidak kalah penting diapresiasi, Fransiscus Welirang menuturkan, adalah sikap pemerintah yang mensjahterakan petani namun tidak membuat harga di konsumen melambung tinggi.

"Pemerintah (Kementan) punya tugas utama menstabilisasi semuanya. Stok pangan, kesejahteraan petani dan harga terjangkau," ucap Fransiscus Welirang.

Cerita Seputar Kapolri Baru Idham Azis: Anak Pernah Ditilang, Royal Hingga Minta Petunjuk Pak Haji

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, mengungkapkan, indeks ketahanan pangan Indonesia (Global Food Security Index) telah meningkat dari angka 46,7 tahun 2015 menjadi 54,8 pada 2018.

Hal tersebut juga berpengaruh pada peringkat ketahanan pangan Indonesia dari sebelumnya di urutan ke 74 tahun 2015 menanjak ke posisi 65 periode 2018.

Kemudian, Kariyasa menjelaskan, membaiknya ketahanan pangan Indonesia ikut pula berpengaruh terus menurunkan angka inflasi.

Tahun 2014, kata Kaiyasa, inflasi pangan masih tinggi yakni 10,57 persen, namun akhirnya pernah mencapai angka terendah dalam sejarah hanya 1,26 persen pada 2017.

Selain itu, Kesejahteraan petani terbuktu juga mengalami peningkatan. Tahun 2013 jumlah penduduk miskin di pedesaan adalah 11,36 persen. Namun pada Maret 2018, jumlah penduduk miskin pedesaan tinggal 9,82 persen.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved