Peternak Ikan di Jakarta Vakum Berbisnis karena Merugi Terdampak Kemarau

Selain dari sesama peternak, informasi vakumnya bisnis sejumlah peternak ikan skala kecil di Jakarta dia peroleh dari tengkulak yang bemitra.

Peternak Ikan di Jakarta Vakum Berbisnis karena Merugi Terdampak Kemarau
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Peternak ikan Lele, Evi Sofiah saat menunujukkan kolam waring miliknya di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Evi Sofiah dan Bengki, peternak ikan Lele di Kelurahan/Kecamatan Cipayung mengaku lebih beruntung dibanding sejumlah rekan seprofesinya yang merugi terdampak kemarau.

Kala sejumlah peternak ikan skala kecil di Ibu Kota vakum berbisnis, mereka masih dapat mengecap untung meski dalam tiga bulan terakhir omzetnya anjlok sekitar 30 persen.

Bentrok Antarwarga di Manggarai Terus Berulang, Polrestro Jakarta Selatan Bentuk Satgas Anti Tawuran

"Banyak peternak ikan skala kecil yang untuk sementara off dulu dari usahanya. Berhenti karena rugi, kalau usaha ikan seperti ini kan butuh banyak air," kata Evi di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019).

Selain dari sesama peternak, informasi vakumnya bisnis sejumlah peternak ikan skala kecil di Jakarta dia peroleh dari tengkulak yang bemitra.

Evi menuturkan para tengkulak ikan Lele di Jakarta mulai kelabakan karena di saat sejumlah peternak vakum, permintaan pasar tetap tinggi.

"Di Jakarta dalam satu hari katanya butuh 16 ton Lele, biasanya tengkulak enggak repot karena banyak peternak. Cukup ngambil dari sekitar Jakarta saja, sekarang mereka harus ambil dari jauh," ujarnya.

Para tengkulak ikan Lele di Jakarta kini harus mencari pasokan dari Cianjur, Purwakarta guna memenuhi permintaan warga Ibu Kota penikmat Lele.

Bisnis Evi dan Bengki masih dapat bertahan karena keberadaan beberapa mata air di antara 15 kolam waring untuk wadah pembesaran Lele.

"Tertolong mata air, jadi walaupun airnya surut tapi enggak kering. Kalau di kolam tanah juga airnya enggak perlu diganti, senja kotoran terserap di tanah. Beda sama kolam beton dan terpal," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved