Rokok Ilegal Menyasar Petani di Tangerang, Ini Perbedaan Cukai Rokok Asli dan Palsu

Bea Cukai Tangerang mengungkap kasus pengedaran rokok ilegal dan menangkap pengedarnya berinisial M (31).

Rokok Ilegal Menyasar Petani di Tangerang, Ini Perbedaan Cukai Rokok Asli dan Palsu
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Rilis pengungkapan rokok ilegal oleh Bea Cukai Tangerang bersama jajaran Kejari Kabupaten Tangerang di gedung Kejari Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Bea Cukai Tangerang mengungkap kasus pengedaran rokok ilegal dan menangkap pengedarnya berinisial M (31).

Dari tangan M, diamankan 40 bal atau 160.000 batang rokok dengan cukai palsu.

Rokok tersebut terdiri dari tiga merek: Djaran Goyang, Laris Brow dan GLS Sport Menthol.

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Aris Sudarminto, mengatakan rokok ilegal itu menyasar para petani di Tangerang.

Pasalnya harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari rokok yang legal.

Jika rokok legal biasa per 20 batang harganya Rp 20 ribu- Rp 25 ribu, rokok ilegal itu hanya Rp 8 ribu - 10 ribu.

"Pasarnya ya para petani, karena kan harganya murah," ujar Aris saat ungkap kasus rokok ilegal itu dan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, di kantor Kejari Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019).

Aris meminta masyarakat agar tidak mengonsumsi rokok ilegal dengan cukai palsu itu.

Ia pun menjelaskan, tiga hal yang harus diperhatikan untuk membedakan cukai rokok asli dan palsu.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved