Sidang Perdana Kasus Polisi Tembak Mati Polisi di Depok, Terdakwa Mengaku Khilaf

Kasus Polisi tembak mati Polisi di Polsek Cimanggis, Kota Depok, mulai memasuki meja hijau.

Sidang Perdana Kasus Polisi Tembak Mati Polisi di Depok, Terdakwa Mengaku Khilaf
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Suasana persidangan kasus polisi tembak mati polisi dengan pelaku RT di PN Depok, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Kasus Polisi tembak mati Polisi di Polsek Cimanggis, Kota Depok, mulai memasuki meja hijau.

Hari ini, pelaku yang berisinial RT menjalani sidang perdana kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Cilodong.

Dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Yuanne Marieetta, sidang perdana tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

"Sidang pidana atas nama terdakwa RT dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum," ujar Yuanne membuka persidangan di PN Depok, Rabu (30/10/2019).

Tak berselang lama, Jaksa Penuntut Umum Rozi Juliantoro pun membacakan surat dakwaannya dihadapan Majelis Hakim.

Dalam surat dakwaan tersebut, Rozi mengatakan RT didakwa dengan pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"Karena terdakwa dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain yaitu korban RE," ucap Rozi di Ruang Sidang.

Farhan Hazairin Kuasa Hukum terdakwa RT mengatakan, pihaknya tidak akan mengajukan keberatan atas dakwaan yang dibacakan oleh JPU Rozi.

“Setelah kami mendengarkan dan mempelajari dakwaan penuntut umum, maka perlu pembuktian lebih lanjut, dan diuji secara hukum pemberlakuan pasal, eksepsi tidak kami sampaikan, mohon yang mulia dapat melanjutkan persidangan,” ucap Farhan Hazairin menanggapi surat dakwaan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved