Jalani Akreditasi, Puskesmas Kramat Jati Targetkan Naik Dua Peringkat

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara mengatakan akreditasi Paripurna merupakan predikat tertinggi yang diberikan bagi fasilitas.

Jalani Akreditasi, Puskesmas Kramat Jati Targetkan Naik Dua Peringkat
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan loket pendaftaran pasien di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Puskesmas Kecamatan Kramat Jati menargetkan predikat Paripurna dalam akreditasi yang dilakukan Tim Surveyor Akreditasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara mengatakan akreditasi Paripurna merupakan predikat tertinggi yang diberikan bagi fasilitas kesehatan.

"Sekarang akreditasi kita Madya, itu hasil dari akreditasi tahun 2017. Kami berharap naik jadi Paripurna, penilaian akreditasi sampai tanggal 2 September nanti," kata Inda di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).

Tim Surveyor dari Kemenkes saat melakukan akreditasi Puskesmas Kramat Jati, di Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019). 
Tim Surveyor dari Kemenkes saat melakukan akreditasi Puskesmas Kramat Jati, di Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Secara keseluruhan ada empat peringkat bagi fasilitas medis, yakni Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna yang ditetapkan Kemenkes.

Tim Surveyor FKTP dari Kemenkes yang menilai Puskesmas Kecamatan Kramat Jati diketuai Dra Herrie Firmaningsih, dengan anggota dr. Cut Maneh dan dr Agus Dwi Pitono, M. Kes.

"Selain Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Puskesmas Kecamatan Makasar, dan Puskesmas Kecamatan Cipayung juga sedang diakreditasi," ujarnya.

Pada bulan September 2019 nanti, sejumlah Puskesmas Kecamatan lain di Jakarta Timur juga bakal menjalani penilaian akreditasi.

Tim Surveyor menyambangi setiap sudut Puskesmas guna mengecek pelayanan dan mengecek pelayanan di loket pendaftaran pasien.

Inda menyebut Tim Surveyor mengingatkan pentingnya peran Puskesmas dalam mencegah warga sakit atau merupakan langkah preventif.

"Jadi yang lebih bagus itu bukan ketika banyak pasien berobat, tapi ketika banyak warga melakukan cek kesehatan, kontrol. Langkah preventif mencegah warga sakit," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved