Kemendikbud Catat Hanya 15 Persen Lulusan SMK Penerbangan Bisa Masuk Perguruan Tinggi Vokasi

Hanya belasan persen siswa SMK jurusan penerbangan yang dapat melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Vokasi Penerbangan.

Kemendikbud Catat Hanya 15 Persen Lulusan SMK Penerbangan Bisa Masuk Perguruan Tinggi Vokasi
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) melaksanakan pertemuan antara Kepala Sekolah SMK Penerbangan seluruh Indonesia yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi SMK Penerbangan Indonesia (FKSMKPI) bersama Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara di Hotel ARA Gading Serpong, Tangerang, Kamis (31/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat hanya belasan persen siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan penerbangan yang dapat melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Vokasi Penerbangan.

Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, M. Bakrum mengatakan untuk meningkatkan angka tersebut menggandeng Kementerian Perhubungan.

Supaya lulusan SMK dapat lebih cepat menyelesaikan pendidikan serta mengurangi biaya pendidikan pada program studi yang sesuai.

"Bahwa lulusan SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Vokasi ada di kisaran 10 sampai 15 persen dari lulusan," jelas Bakrum di Hotel ARA, Kabupaten Tangerang, Kamis (31/10/2019).

Dari menggandeng Kementerian Perhubungan, nantinya akan ada pemetaan dan pembinaan SMK Penerbangan dari segi geografis dan standar kualifikasi lulusan SMK penerbangan.

"Nantinya sehingga dapat diikuti dengan pengembangan SDM guru dan solusi atas kekurangan fasilitas yang ada," sambung Bakrum.

Dikesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), Heri Sudarmaji mengatakan jajarannya akan mengkaji problematika yang sedang dilanda bidang penerbangan Indonesia.

"Semua lembaga pendidikan harus saling bahu membahu meningkatkan kualitas SDM Indonesia sebagaimana menjadi program pemerintah agar mampu bersaing dengan negara lain," kata Heri.

"Kepala sekolah harus berinovasi untuk membuka peluang kerja sama dengan industri dan jurusan baru yang dibutuhkan oleh industri," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved