Pemalak Kerap Beraksi di JPO Depan Unika Atmajaya Ditangkap, Ini Targetnya

Pemalak mahasiswa di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Unika Atmajaya akhirnya tertangkap.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers atas pengungkapan pelaku pemalakan di JPO Unika Atmajaya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/10/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemalak mahasiswa di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Unika Atmajaya akhirnya tertangkap.

Pelaku adalah Padar (37) alias PS, seorang pengangguran warga Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia dibekuk Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya tak jauh dari lokasi JPO, beberapa jam setelah kejadian.

Diduga Padar telah melakukan pemalakan di atas JPO itu, beberapa kali.

"Yang pasti dia sudah lebih dari sekali atau sudah beberapa kali melakukan pemalakan kepada orang yang dianggap lemah melintas di JPO itu," kata Argo dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/10/2019).

Argo menjelaskan saat beraksi Padar atau PS memilih korban yang dianggap lemah dan dianggap akan ketakutan.

"Pelaku kerap beraksi malam hari dan memilih korban yang dianggap lemah dan akan ketakutan," kata Argo.

Argo mengatakan terungkapnya aksi pelaku berawal, dari laporan korban atas nama Pascalis (22) mahasiswa Unika Atmajaya, yang mengaku sudah diperas dan dipalak oleh seseorang saat melintas di JPO di depan Unika Atmajaya, Jumat (25/10/2018) malam sekitar pukul 20.50.

Saat itu, kata Argo, Pascalis baru pulang kuliah dari kampusnya di Unika Atmajaya dan hendak menuju ke rumahnya di Cipinang, Cempedak, Jakarta Timur.

"Saat korban melintas di atas JPO tersebut, korban dihadang oleh pelaku. Lalu pelaku meminta KTP korban tanpa memberitahu alasan dan tujuannya. Korban yang ketakutan menurut dan mengeluarkan dompet untuk mengambil KTP nya dan akan menyerahkannya ke pelaku," kata Argo.

Namun tiba-tiba kata Argo pelaku mengambil dompet korban dan memeriksa isi dompet.

"Uang milik korban di dalam dompet sebesar Rp. 200.000 diambil pelaku. Selanjutnya pelaku memaksa korban menyerahkan tasnya yang berisi 1 unit handphone merk Samsung Galaxi A10 warna merah," katanya.

Korban sempat menolak menyerahkan tasnya.

"Tetapi pelaku mengancam akan membunuh korban jika korban tidak mau menyerahkan tasnya. Karena korban merasa ketakutan, korban akhirnya menyerahkan tas miliknya. Lalu pelaku mengambil handphone di dalam tas, dan tas dikembalikan lagi ke korban," kata Argo

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved