Warga Mengaku Jadi Korban Pungli saat Perpanjang STNK di Samsat Jakarta Timur

Seorang warga Jakarta Timur mengaku jadi korban pungli oknum petugas Samsat Jakarta Timur saat mengurus perpanjangan STNK sepertinya motornya.

Warga Mengaku Jadi Korban Pungli saat Perpanjang STNK di Samsat Jakarta Timur
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak aktivitas di Samsat Jakarta Timur yang berada di wilayah Kecamatan Jatinegara, Kamis (31/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Seorang warga Jakarta Timur mengaku jadi korban pungutan liar (pungli) oknum petugas Samsat Jakarta Timur saat mengurus perpanjangan STNK sepertinya motornya.

Handini (27) mengatakan kejadian berawal saat hendak memperpanjang STNK sepeda motornya yang masih dalam masa kredit di Samsat Jakarta Timur.

Menurutnya petugas meminta uang sebesar Rp 20 ribu karena dia tak membawa surat keterangan leasing tempatnya mencicil sebagai ganti BPKB yang belum dimiliki.

"Awalnya bilang surat dari leasing mana? Saya bilang enggak ada, terus petugasnya menawarkan mau dibantu enggak?" kata Handini di Samsat Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).

Merujuk perbincangan dengan warga lain yang sedang mengurus kelengkapan surat di Samsat Jakarta Timur, tarif bantuan yang ditawarkan berbeda.

Handini menuturkan warga yang hendak memperpanjang STNK mobil dan tak membawa kelengkapan berkas dipatok Rp 50 ribu di luar biaya resmi.

"Karena saya urusnya motor bayarnya Rp 20 ribu. Tapi kalau mobil katanya Rp 50 ribu. Bukan saya saja yang ditawari, orang lain juga ditawari waktu mau perpanjang pajak mobil," ujarnya.

Pemain Persib Putri Ungkap Rahasia Bisa Cetak Gol Spektakuler ke Gawang Tira Persikabo

Seorang Narapidana Tewas Gantung Diri, Mengalami Luka di Bibir Hingga Bertelanjang Dada

Menanggapi hal tersebut, Kanit Samsat Jakarta Timur AKP Frans Sihombing membantah adanya pungli saat warga hendak menjalankan kewajibannya.

Namun dia menuturkan bakal mengecek apakah ada oknum jajarannya yang melakukan pungli kepada warga seperti yang dikeluhkan.

"Enggak benar, tidak ada. Saya juga berharap bila ada anggota yang seperti itu laporkan ke saya langsung. Akan langsung saya cek," tutur Frans.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved