Pelaku UMKM di Stasiun MRT Lebak Bulus Soroti Pengelolaan Sampah

Hal itu diungkapkan Rio, karyawan di salah satu kios UMKM yang menjual produk kuliner, Gorjuice.

Pelaku UMKM di Stasiun MRT Lebak Bulus Soroti Pengelolaan Sampah
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kios-kios UMKM di Stasiun MRT Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Terlepas dari keuntungan yang diraup para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Stasiun MRT Lebak Bulus, mereka juga memiliki keluhan.

Satu di antaranya adalah persoalan pengelolaan sampah di stasiun MRT.

Hal itu diungkapkan Rio, karyawan di salah satu kios UMKM yang menjual produk kuliner, Gorjuice.

"Kita kan produknya kuliner, sampahnya pasti banyak. Nah, dari sini diangkutnya dua hari sekali," kata Rio saat ditemui di Stasiun MRT Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).

Sosok Enzo Zenz Allie Taruna Keturunan Prancis Diwisuda Panglima TNI, Begini Kondisi Terkininya

Alhasil, lanjut dia, kerap terjadi penumpukan sampah di kios tempatnya bekerja.

Sebelumnya, Rio mengaku kiosnya mendapat keuntungan cukup besar. Per hari, omzet Gorjuice mencapai Rp 1 juta.

"Dengan harga sewa yang murah itu Rp 1,3 juta, terus keuntungannya lumayan besar, saya bilang sih worth it," tutur Rio.

Apalagi, sambungnya, pihak MRT Jakarta juga menyediakan tempat berjualan yang nyaman.

"Strategis banget karena dilewatin banyak orang," ucapnya.

Meski begitu, ia mengatakan tidak semua pelaku UMKM bisa menjual produknya di stasiun MRT.

"Ada proses kurasinya setahu saya dari MRT. Di tes kualitas produk, terus ditanya langkah ke depannya gimana buat MRT," jelas Rio.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved