Ketua Umum PSSI

Ketua Askot PSSI Tangsel Harap Iwan Bule Bisa Berantas Mafia di Liga 3

Sesuai klub sepak bola Tangsel yang bermain di Liga 3, Muhamad berharap Iwan Bule bisa memberikan perhatian lebih pada kompetisi tahta ke tiga itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Mochamad Iriawan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Komjen Pol Mochamad Iriawan atau yang karib disapa Iwan Bule, resmi menjadi Ketua Umum PSSI setelah Kongres Luar Biasa (KLB) dilaksanakan hari ini di Hotel Shangrila, Jakarta Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019).

Tanggapan pun muncul dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI di daerah, termasuk Tangerang Selatan (Tangsel).

Ketua Askot PSSI Tangsel, Muhamad, berharap Iwan Bule bisa memberantas mafia bola.

"Selamat kepqda Pak Iwan terpilih, dan saya minta komit profesional ngurus bola," ujar Muhamad saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sesuai klub sepak bola Tangsel yang bermain di Liga 3, Muhamad berharap Iwan Bule bisa memberikan perhatian lebih pada kompetisi tahta ke tiga itu.

Terlebih, Muhamad melihat Iwan Bule dari latar belakangnya sebagai polisi. Harapan penegakkan hukum di dunia si kulit bundar besar di pundaknya.

"Tempo hari kan yang masalah pengaturan skor. Kalau Liga 3 saja sampai kaya gitu. Kan enggak benar gitu kan. Apa lagi beliau backgroundnya kan polisi, harus ditegakkan gitu," ujar pria yang juga menjabat Sekda Tangsel itu.

8 Caketum Mundur, Kongres PSSI yang Memutuskan Iwan Bule Jadi Ketum Dinilai Janggal

Sah! Iwan Bule Jadi Ketum PSSI, Iwan Budianto dan Cucu Soemantri Jadi Waketum PSSI

Seminggu Jabat Menkopolhukam, Mahfud MD Ungkap Kabar Tak Menyenangkan yang Dialami Keluarganya

Muhamad menceritakan saat Persitangsel, sedang bermain di 16 besar kompetisi Liga 3 tahun 2017 lalu.

Pertandingan melawan Persik Kendal yang harusnya digelar di lapangan netral, justru malah bermain di kandang Kendal.

"Barengan Persitangsel di Kendal, iya itu kan barengan dengan Blitar dan Aceh. Main kan kita enggak boleh tuan rumah, bertanding di kandangnya sendiri, cuma saya enggak ngomong aja gitu kan. Berabe kita kan, makanya gol sedikit berbau offside tetap disahkan, kan gitu jelas kan," ujarnya.

Muhamad menyayangkan jika pada kompetisi tahta terendah di Indonesia saja sudah ada persekongkolan yang tidak sportif.

"Mudah-mudahan ada pelajaran, ada yang enggak benar ya diperbaiki. Banyak mafia, mafia wasit, mafia skor, ya masa main bola kaya gitu. Ada istilahnya sebelum bertanding, sudah tahu pemenangnya. Kan banyak kaya gitu, seperti di Liga 3, sebelum komoetisi yang ini juara, yang itu juara, ya buat apa kita bertanding. Kasihan dong, di bawah ngurus bola, di atasnya dimainin," ujarnya.

Get Outlook for Android

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved