Disebut Pengamat Bisa Cundangi Gibran Rakabuming di Pilwalkot, Didi Kempot Ketawa & Beri Pesan Ini

Hendri Satrio mengatakan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming bisa kalah dari Didi Kempot di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2020.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Wahyu Aji
Instagram/didikempot_official
Didi Kempot 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming bisa kalah dari Didi Kempot di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2020.

Mulanya Hendri Satrio menjelaskan sebagai warga negara, Gibran Rakabuming berhak mengajukan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo.

TONTON JUGA

Hendri Satrio menilai Gibran Rakabuming memiliki peluang untuk menang, karena sebagai anak Jokowi ia mendapatkan nilai lebih di masyarakat.

Namun, menurut Hendri Satrio, Gibran Rakabuming bisa kalah jika melawan sosok populer di Solo atau sosok yang lebih populer daripada dirinya.

Hendri Satrio lalu mencontohkan musisi Didi Kempot, yang juga berasal dari Solo dan sangat populer di kalangan masyarakat.

"Karena itu, jika ditanya apakah bisa kalah ? Ya bisa. Oleh siapa? Tokoh yang populer, siapa itu? Didi Kempot misalnya," ungkap Hendri.

Dylan Carr Sempat Koma, Kondisi Terbaru Diungkap Sang Ayah: Perubahan yang Hampir Tak Bisa Dipercaya

TONTON JUGA

Prediksi tersebut bisa terjadi karena sikap antitesis masyarakat yang kecewa dengan kecenderungan politik dinasti keluarga Jokowi.

Menurutnya langkah Gibran yang berniat maju sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo sudah bisa menimbulkan sentimen politik dinasti.

"Bisa jadi kekecewaan orang Solo terhadap adanya politik dinasti ini lalu diarahkannya ke tokoh lain, misalnya nanti Didi Kempot."

"Orang kan berpikir, 'Ketimbang saya malas (memilih), ya sudah saya pilih Didi Kempot saja sekalian', kan bisa jadi begitu, " tambah pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi ini.

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka bersama Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di rumah dinas Loji Gandrung Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/9/2019).
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka bersama Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di rumah dinas Loji Gandrung Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/9/2019). (Kompas.com)

Anies Nilai E-Budgeting Warisan Ahok Tak Smart, Djarot Terkekeh: yang Pakai Tak Pintar Ya Berantakan

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com penyanyi campursari, Didi Kempot langsung tertawa disebut bisa mengalahan Gibran Rakabuming.

Didi Kempot mengatakan dia tidak pernah berniat mencalonkan diri untuk jabatan publik seperti wali kota.

"Hahaha.. kalau saya enggak mungkin. Saya enggak tahu persis jalan menuju ke situ. Jadi saya enggaklah (mengikuti pilkada)," kata pria yang mendapat julukan Lord Didi itu dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Minggu (3/11/2019).

Didi Kempot mengatakan ia lebih memilih tetap berkecimpung di panggung musik Tanah Air agar bisa menghibur para Sobat Ambyar -sebutan bagi penggemarnya- di seluruh Nusantara.

Didi Kempot
Didi Kempot (Kompas.com)

Anies Baswedan Sebut E-Budgeting Warisan Ahok Terlalu Detail, Djarot Heran: Malah Menguntungkan Dong

"Ya saya maturnuwun saja. Saya mending didukung ajalah karya saya. Bisa bergoyang dengan Sobat Ambyar ajalah," ucap Didi Kempot.

"Tentu saja yang berani maju itu kan pastis semuanya pantas di situ. Kalau saya kan tidak, saya sebagai seniman aja di atas panggung," sambung sang pelantun "Pamer Bojo" itu.

Tentang pilkada Solo, Didi Kempot menyampikan pesan bijak kepada siapapun wali kota yang terpilih nanti.

"Ya siapa pun jadi wali kota di Solo harus bisa meneruskan program-program yang telah ditanamkan di Solo dari dulu zaman Pak Jokowi jadi wali kota," ujar Didi.

Langkah politik Gibran

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, awalnya dikenal sebagai seorang yang antipolitik.

Namun beberapa bulan terakhir, Gibran ingin menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat melalui kebijakan politiknya.

"Beberapa tahun terakhir ini saya mulai bertemu banyak orang. Saya beranggapan bahwa kalau begini-gini terus, orang yang bisa saya bantu itu cuma ya begini-gini saja," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2019).

"Misal saya punya CSR. Saya punya les Inggris gratis muridnya sudah ribuan. Kalau saya cuma jadi pengusaha, yang bisa saya bantu cuma ribuan saja."

"Kalau saya bisa masuk politik, yang bisa saya bantu ya kalau di Solo 600.000 orang melalui kebijakan saya," kata dia.

Setelah bertemu dengan Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Gibran menyatakan siap terjun ke dunia politik.

Ia pun mendaftar sebagai anggota PDIP agar bisa maju pada Pilkada Solo 2020.

Bukan hanya itu, Gibran juga berkata akan menyerahkan beberapa bisnisnya kepada sang adik, Kaesang Pengarap.

Niatnya maju pada Pilkada Solo 2020 juga ditunjukkan Gibran dengan menemui pemimpin tertinggi PDIP, yaitu Megawati Soekarnoputri.

Setelah bertemu Megawati, Gibran menyatakan akan berjuang dalam kontestasi Pilwalkot Solo melalui PDIP.

Ia juga mengatakan, sebagai kader baru, sudah sewajarnya sowan ke rumah ketua umum.

"Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju (Pilkada Solo)."

"Saya sampaikan juga ke Bu Mega, saya sudah punya KTA PDIP (kartu tanda anggota PDIP) dan saya tidak akan maju lewat independen seperti yang dikatakan di Solo kemarin. Itu tidak benar," kata Gibran di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019). (KOMPAS.COM)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved