Breaking News:

Fahira Idris Sebut Kasus Ade Armando Sama Seperti Buni Yani: Menimbulkan Kegaduhan

Fahira mengatakan kritik terhadap seseorang seharusnya dilakukan dengan cara yang benar. Bukan malahan menghina yang dikritik.

Tangkapan Layar facebook/Ade Armando
Unggahan akun Facebook bernama Ade Armando soal foto Anies yang diedit seperti Joker. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Anggota DPD RI, Fahira Idris, melaporkan Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando ke Polda Metro Jaya terkait kasus meme wajah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diubah menjadi Joker.

Fahira mengatakan wajah Anies yang diubah menjadi tokoh DC tersebut membuat sebagian besar warga Jakarta tersinggung.

Anggota DPD RI, Fahira Idris menyambangi kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Lenteng Agung, Jagakarsa pada Minggu (3/11/2019).
Anggota DPD RI, Fahira Idris menyambangi kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Lenteng Agung, Jagakarsa pada Minggu (3/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Pasal yang disangkakan kepada Ade adalah Pasal 32 Ayat 1 Jo Pasal 48 Ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam salah satu poin di pasal itu tertuang bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak atau menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau Dokumen milik orang lain atau milik publik.

Menurut Fahira, poin di pasal itu yang disangkakan kepada Ade lantaran ia membantu menyebarkan gambar tersebut meski bukan Ade yang membuatnya.

Kasus Ade itu, lanjut Fahira, sama seperti kasus yang menjerat Buni Yani dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal Ahok beberapa tahun silam.

"Kasus ini sama seperti Buni Yani, buni Yani kan bukan yang membuat video saat Pak Ahok di Pulau Seribu. Kemudian Buni Yani menambah Caption menampilkan dan menimbulkan kegaduhan. Nah, ini (Kasus Ade) menimbulkan kegaduhan. Warga Jakarta, terutama pendukung Pak Anies, marah," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (3/11/2019).

Fahira mengatakan kritik terhadap seseorang seharusnya dilakukan dengan cara yang benar. Bukan malahan menghina yang dikritik.

Ia mengambil semangat Presiden Joko Widodo untuk memerangi kabar hoax dan segala macam yang membuat kegaduhan.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved