Gerindra Anggap Boros Anggaran Konsultan Kampung Kumuh DKI Jakarta Capai Setengah Miliar

Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra, Syarif, memberi tanggapan ihwal anggaran konsultan penataan kampung kumuh senilai Rp 556.112.770.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ilustrasi: Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra, Syarif, memberi tanggapan ihwal anggaran konsultan penataan kampung kumuh senilai Rp 556.112.770.

Kata Syarif, anggaran senilai setengah miliaran tersebut sangat boros.

"E-komponennya boros, tanda kutip 'boros'," kata Syarif, saat diwawancarai wartawan, di area gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (4/11/2019).

Syarif mengatakan anggaran Rp 556 jutaan ini termaktub dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Tepatnya, lanjut dia, anggaran tersebut berada pada dokumen bernama community action plan (CAP).

"CAP-nya boros, kegedean. Itu perlu dilakukan rasionalisasi ulang, besok pagi," kata Syarif.

Kata Syarif, anggaran Rp 556 jutaan ini untuk satu Rukun Warga (RW) di seluruh DKI Jakarta.

Menurutnya, terdapat 77 RW di seluruh DKI Jakarta.

Jika Rp 556.112.770 itu dikalikan dengan 77 RW, maka hasilnya yakni Rp 42.820.683.290.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved