Viral Video Oknum Ormas di Bekasi Demo Minta Jatah Kelola Parkir Minimarket, Ini Penjelasan Polisi

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengatakan, video itu memang terjadi di Kota Bekasi.

Viral Video Oknum Ormas di Bekasi Demo Minta Jatah Kelola Parkir Minimarket, Ini Penjelasan Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Landmark Kota Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Jagad media sosial dihebohkan dengan kemunculan video tentang aksi unjuk rasa sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Bekasi yang meminta jatah pengelolaan minimarket.

Video itu rupanya terjadi di sebuah minimarket di Jalan Raya Narogong Siliwangi, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Rabu, (23/10/2019) lalu.

Ketika itu, aliansi gabungan ormas Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa dengan mengerahkan anggotanya turun ke jalan agar pengelola minimarket segera melakukan kerja sama terkait pengelolaan parkir.

Sedangkan dalam video yang viral, nampak seorang pria diketahui merupakan perwakilan dari Pemkot Bekasi didampingi sejumlah personel kepolisian berusaha menengahi.

Nampak juga satu orang perwakilan dari pengelola minimarket yang berusaha menerima tuntutan dari ormas dengan bersedia untuk dilakukan kerja sama pengelolaan parkir.

Sejumlah warganet geram melihat aksi unjuk rasa itu, mereka geram dengan aksi ormas yang terkesan menekan pengelola minimarket agar mau melakukan kerja sama pengelolaan parkir.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengatakan, video itu memang terjadi di Kota Bekasi.

Adapun dalam aksi unjuk rasa tersebut merupakan penyampaian aspirasi dari aliamsi ormas.

"Yang viral itu sebenarnya spontan di lapangan. Kawan-kawan ormas punya aspirasi tapi pada dasarnya dikembalikan ke hukum," kata Indarto, Senin, (4/11/2019).

Orangtua Murid Penggugat SMA Gonzaga Ungkap Alasan Layangkan Gugatan Terhadap Sekolah Anaknya

Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi langsung ke Pemkot Bekasi perihal tuntutan aliansi ormas yang meminta kerja sama pengelolaan parkir.

"Itu aspirasi. Sedang digodok sesuai aturan. Pak wali tadi sampaikan ada beberapa opsi terkait ekstensifikasi penerimaan pajak daerah. Ada beberapa opsi. Tapi semua pembahasan itu tidak ada kaitan dengan tekanan-tekanan dari pihak mana pun," tegas dia.

Sementara itu, salah satu perwakilan ormas dari Gibas bernama, Deni M. Ali mengatakan, pihaknya meminta maaf atas apa yang viral di media sosial.

Pihaknya bersama rekan ormas lain sejauh ini hanya ingin mendukung program pemerintah Kota Bekasi.

"Sebelumnya kami mohon maaf, saya atas nama kelaurga besar Gibas Kota Bekasi dan kawan-kawan ormas (lain) mohon maaf atas statement yang kemarin saya sampaikan. Pada dasarnya itu hanya ungkapan, tidak ada maksud apa-apa. Kami ormas di Kota Bekasi ingin mendukung program pemerintah kota Bekasi, bersinergi dengan polresta dan kodim kota bekasi. Intinya seperti itu," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved