Kisah Asriah, Penjual Nasi Rames di Jaksel, Berdayakan 3 Janda dan Sisihkan 10 Bungkus Perhari

Kisah Asriah Sri Rahayu, pedagang nasi rames di Jakarta Selatan, berdayakan tiga janda dan sisihkan 10 bungkus nasi perhari.

Kisah Asriah, Penjual Nasi Rames di Jaksel, Berdayakan 3 Janda dan Sisihkan 10 Bungkus Perhari
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok Asriah Sri Rahayu (52) penjual nasi rames di kantin karyawan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (5/11/2019). 

Berdayakan Tiga Janda

Asriah memiliki enam orang karyawan yang dibagi ke dua tempat.

Tiga orang berada di warung nasi rames di rumah.

Sisanya ikut Asriah berjualan di Kantin Karyawan di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Asriah merekrut tiga orang karyawannya yang kini berstatus janda.

Alasannya, mereka bertiga menjadi tulang punggung keluarganya masing-masing.

"Saya harus menghidupi mereka karena kan mereka jadi tulang punggung keluarga," katanya.

Dari jerih payahnya Asriah dan suami, yang bekerja sebagai pembuat perhiasan di kawasan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, mereka bisa memberikan pendidikan kedua anaknya hingga perguruan tinggi.

Anak pertamanya, telah lulus S1 di Perbanas jurusan Akuntansi sementara si bungsu telah lulus S1 di Universitas Pancasila jurusan Ekonomi.

"Dua-duanya juga sudah menikah. Saya sudah dikaruniai satu orang cucu," tambahnya.

Kasus Septic Tank Meledak Tak Hanya di Cakung, Kejadian Sebelumnya Tewaskan 2 Orang & 20 Terluka

Menyoal penghasilan dari usahanya ini, Asriah tak ingin membeberkannya.

Yang jelas, katanya, cukup untuk kehidupannya sehari-hari.

Asriah berharap apa yang dilakukannya selama ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berbuat kebaikan.

Kelak, ia ingin memberikan lebih dari 10 bungkus setiap harinya kepada orang-orang di sekitarnya. (*)

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved