Nama Ahok Dikabarkan Masuk Bursa Dewan Pengawas KPK, Mantan Staf: Kalau Bisa Jadi Jaksa Agung

Dukungan bagi mantan Bupati Belitung Timur ini untuk mengisi satu slot posisi Dewan Pengawas KPK pun mulai berdatangan.

Nama Ahok Dikabarkan Masuk Bursa Dewan Pengawas KPK, Mantan Staf: Kalau Bisa Jadi Jaksa Agung
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali mencuat dalam daftar calon Dewan Pengawas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Pasalnya, sikap Ahok yang tegas dan tanpa kompromi ini dianggap cocok untuk mengisi posisi tersebut.

Dukungan bagi mantan Bupati Belitung Timur ini untuk mengisi satu slot posisi Dewan Pengawas KPK pun mulai berdatangan.

Salah satunya dari mantan staf Ahok semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ima Mahdiah.

"Prinsipnya kalau pak Ahok oke ya kita dukung terus," ucapnya, Selasa (5/11/2019).

Ia pun yakin, KPK akan jauh lebih baik dan bertaji memberantas korupsi di Indonesia apabila Ahok jadi ditunjuk menjadi Dewan Pengawas.

"Pasti lebih baik dan (sepak terjang KPK) kelihatan ya. Lebih fair menurut saya karena Dewan Pengawas KPK harus benar-benar orang yang tidak cacat korupsi," ujarnya.

Bahkan, anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP ini berkelakar, Ahok bisa menduduki posisi Jaksa Agung lantaran sikap tanpa kompromi dan ketegasan yang dimiliki suami Puput Nastiti Devi ini.

"Cocok banget (dengan posisi Dewan Pengawas KPK, pantas banget. Bahkan, kalau bisa jadi Jaksa Agung biar sekalian diberesin," kata Ima.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved