Polisi Ringkus Pria Pemilik Senjata Api Rakitan di Bekasi, Alasannya Buat Gagah-gagahan

Polsek Bekasi Utara Polres Metro Bekasi Kota meringkus dua orang pelaku kepemilikan senjata api rakitan berinisial ARP (22) dan MI (22).

Polisi Ringkus Pria Pemilik Senjata Api Rakitan di Bekasi, Alasannya Buat Gagah-gagahan
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Kapolsek Bekasi Utara saat menunjukkan barang bukti senajata api, Selasa, (5/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Polsek Bekasi Utara Polres Metro Bekasi Kota meringkus dua orang pelaku kepemilikan senjata api rakitan berinisial ARP (22) dan MI (22).
Pelaku mengaku sengaja membeli senajata api untuk sekedar gagah-gagahan, Selasa, (5/11/2019).

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Nurhadi, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka bermula ketika polisi mendapat infomasi dari warga sekitar tempat kediaman pelaku terkait kepemilikan senjata api.

Kapolsek Bekasi Utara saat menunjukkan barang bukti senjata api, Selasa, (5/11/2019).
Kapolsek Bekasi Utara saat menunjukkan barang bukti senjata api, Selasa, (5/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Dari infomasi itu, polisi langsung menyambangi rumah kontrakan pelaku di Kavling Bulak Perwira, Gang Melati 3, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekas, pada, Sabtu, (2/11/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Kita langsung lakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersebut dan didapati senjata api rakitan jenis pistol revolver," kata Dedi di Mapolsek Bekasi Utara, Selasa, (5/11/2019).

Bukan hanya senjata api rakitan, polisi juga menemukan tiga butir peluru kaliber 38 yang disimpan masing-masing di balik lipatan baju serta di dalam tas pinggang.

"Anggota langsung melakukan introgasi dan menanyakan dari mana dia mendapatkan senjata api tersebut, lalu dia bilang didapat dari temannya berinisial MI," ungkap Dedi.

Polisi langsung mencari tahu keberadaan MI sang pemilik senjata api.

Pelaku kemudian berhasil diringkus di kawasan Kaliabang Rorotan, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

"Tersangka MI ini mengaku itu senjata api miliknya, dia sengaja menitipkan ke tersangka ARP untuk dibantu dijualkan," jelas dia.

MI menjelaskan, senjata api rakitan itu didapat dari seorang bernama Caplang yang sampai saat ini masih diburu.

Gara-gara Topi, Nagita Slavina Ternyata Pernah Curigai Raffi Ahmad: Gelagatnya Dibongkar Sang Suami

Kuli Bangunan Cabuli Siswi SMA di Pulau Tidung, Pelaku Tarik Korban ke Semak-semak Pinggir Jalan

Senjata itu dibeli seharga Rp 800.000 dengan material senjata bekas yang dirakit sedimikian rupa.

"Pengakuannya waktu itu dia beli senjata api hanya untuk gagah-gahan saja, tidak pernah digunakan untuk hal-hal apapun cuma baru sekali digunakan, cuma tetap kita kenakan pidana karena ini senjata api rakitan ilegal," tegas Dedi.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1. Mereka diancam hukuman mati atau seumur hidup atau kurungan maksimal 20 tahun.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved