Soal Retribusi Parkir, Kepala Bapenda Kota Bekasi Klaim Tidak Keluarkan Surat Tugas Buat Ormas

Aan Suhanda menjelaskan surat tugas yang menjadi alasan organisasi kemasyarakatan (ormas) berani meminta uang parkir di minimarket.

Soal Retribusi Parkir, Kepala Bapenda Kota Bekasi Klaim Tidak Keluarkan Surat Tugas Buat Ormas
TribunJabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi parkir 

"Jadi saya bilang, bukan perintah, tapi Bapenda mengekuarkan surat tugas kepada jukir. Contoh si A untuk memarkirkan di area parkir tersebut," ucapnya.

"Jadi minta tolong diluruskan, tidak ada kerja sama kita dengan Bapenda."

"Tapi Bapenda hanya mengeluarkan surat tugas parkir, yang kebenaran kita memfasilitasi lah orang-orang jukirnya itu," beber Deny lagi.

Ia menilai tujuan pemberdayaan ini baik. Pertama, pemerintah ingin meningkatkan PAD Kota Bekasi, terlebih pendapatan retribusi parkir sangat jauh dari target.

Kedua, dapat membantu ketertiban, keamanan, dan kebersihan lokasi minimarket.

"Kita tidak memaksakan tarif parkir, ini pun sukarela, dikasih syukur, enggak dikasih enggak apa-apa."

"Dari Bapenda jukir-jukir ini juga sudah ditraining, dalam arti dikasih pengarahan bahwa mereka harus berpakaian yang sopan, rambut yang rapi, dikasih rompi juga."

"Jadi dikasih arahan seperti itu sebelum mereka jadi jukir," terang Deny.

Maka dari itu, Deny enggan jika ormas disebut sebagai preman.

"Kita bukan premanisme, kita adalah ormas yang dilindungi undang-undang."

"Kita ada SK Kenkumhamnya. Jangan selalu mendiskreditkan ormas. Kalau bicara Indomaret,, Alfamart, berapa ribu toko kelontong yang mati gara-gara minimarket itu?" paparnya.

Istana Beberkan Hal yang Menyulitkan dalam Mengungkap Kasus Novel Baswedan

Menyamar Jadi Pengunjung, Seorang Pria Paruh Baya Curi Laptop Peserta Rapat Sejumlah Hotel di Jaksel

Polres Metro Bekasi Kota bakal melakukan penyelidikan terhadap surat tugas dari Bapenda Kota Bekasi, yang menjadi alasan ormas menarik uang parkir di sejumlah Minimarket.

"Nah kami luruskan, tadi dikatakan ada surat tugas. Surat tugas akan kami dalami tersendiri."

"Dan itu akan masuk ranah penyelidikan di krimsus (kriminal khusus)," ujar Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Arman kepada awak media di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin (4/11/2019).

Arman menuturkan, pihaknya juga akan mendalami kehadiran Kepala Bapenda Kota Bekasi yang ada dalam video viral tersebut.

"Soal itu (Kepala Bapenda) tersendiri ya akan kami dalami. Kalau memang ada indikasi kebijakan yang dikeluarkan terhadap indikasi korupsi akan kami dalami," jelas Arman.

Termasuk, adanya tersangka dalam kasus video viral itu, kepolisian juga masih akan mendalaminya.

"Iya, untuk adanya tersangka kan lagi kami dalami," cetusnya.

Arman menegaskan, terkait video viral beberapa hari lalu saat unjuk rasa di SPBU, pihak kepolisian tegas tidak menolelir sedikitpun aksi premanisme.

"Perlu saya tegaskan, di Bekasi Kota tidak menolerir sedikit pun aksi premanisme."

"Polresta Metro Bekasi Kota tidak menolerir aksi premanisme bentuk apa pun juga," tegas Arman.

Termasuk, untuk tindak pidana premanisme dalam video viral itu, kata Arman, pihaknya masih mendalaminya.

"Memang di video tersebut terkesan ada intimidasi. Namun kami akan coba dalami dan masih lidik, apakah ada unsur tindak pidana yang terjadi atau tidak," paparnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kepala Bapenda Kota Bekasi Mengaku Keluarkan Surat Tugas Buat Juru Parkir, Bukan Ormas

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved